Analisis efisiensi BRI Unit Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta
Marpaung, Yurike Patrecia (pembimbing: Drs. Akhmad Makhfatih, MA), Drs. Akhmad Makhfatih, MA
Di Indonesia, peran lembaga keuangan mikro tidak terlepas dari upaya pengentasan kemiskinan melalui pengembangan sektor usaha mikro. Namun dasar-dasar microfinance institutional yang berkesinambungan memerlukan adanya evaluasi untuk mengetahui apakah operasi yang dilakukan telah efektif. BRI Unit sebagai model utama lembaga keuangan mikro di Indonesia dituntut tidak hanya memiliki struktur organisasi dan manajemen yang efektif tapi juga
performance internal dan eksternal yang efisien.
Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kinerja bisnis 110 BRI Unit di Wilayah DIY periode 2003-2004. Dengan me1ihat sember-sumber efisiensi dan inefisiensi maka dapat diketahui eksistensi BRI Unit dalam pembiayaan kredit mikro dan menjalankan fungsi intermediasi. Selain mengetahui Performance BRI Unit dari sisi internal, juga akan dilihat karakteristik eksternal apa yang mempengaruhi efisiensi BRI Unit.
Teknik yang digunakan adalah metode Data Envelopment Analysis (DEA) dengan variabel input yaitu Biaya on balance sheet, Simpedes, Simaskot, Deposito, dan Jumlah Pegawai; dan variabel output yaitu Pendapatan on balance sheet, Pendapatan off balance sheet, dan Kupedes. Untuk analisa keterkaitan variabel eksternal (Lokasi, Akses, Persaingan, dan Usia Operasional Unit) dan efisiensi digunakan Uji Beda Dua Rata-Rata.
Hasil penelitian ini adalah - dengan metode DEA bahwa sebagian besar BRI Unit di Wilayah DIY memiliki efisiensi yang baik dengan rata-rata 93.24% tabun 2003 dan 95.58% tahun 2004. Sumber-sumber inefisiensi terutama berasal dari variabel output yang belum dihasilkan secara optimal. Dari analisis uji beda dua rata-rata diketahui bahwa efisiensi kinerja BRI Unit tidak berbeda antar klasifikasi variabe1-variabel yang eksternal yang diteliti kecuali untuk variabel usia operasional unit. Ini berarti efisiensi BRI Unit sangat bergantung pada performance internalnya
This research utilizes the non-parametric frontier approach, DEA, to analyze the efficiency in microfinance institution with BRI Unit Model in Daerah Istimewa Yogyakarta using annual sample, 2003 - 2004. Efficiency analysis is conducted across individual unit with specific input variables (Cost on balance sheet, Simpedes - Village Saving, Simaskot - Urban Saving, Deposito, and Employee) and output variables (Income on balance sheet, Income off balance sheet, and Kupedes - General Rural Credit), that reflects BRI as a banking industry concentrated on the objective of providing access to credit and saving services for relatively low income people.
This research is also wants to analyze whether the classification of external variable such as location, access, competition, and unit's operational age have the difference influence to the unit's efficiency from DEA. The analysis will use Compare Means Independent Samples Test.
The result from DEA shows generally BRI Unit in DIY gives a good internal performance, with mean efficiency 93.24% in 2003 and 95.58% in 2004. The inefficiency mostly comes from output variables, conclude that the Units hasn't operates optimally. From the Compare Means Independent Samples Test shows that classification from variable location, access, and competition have the same influence to the BRI Unit's efficiency, vice versa with the variable unit's operational age. It means, the BRI Unit's efficiency mostly depends on their internal performance.
Kata Kunci : efisiensi, lembaga keuangan mikro, BRI, DEA, efficiency, micro-finance