Pengaruh kebijakan pengendalian terhadap proses dan hasil negosiasi: persepsi manajer dalam penetapan harga transfer (suatu eksperimen semu)
Marita (Adv.: Dr. Gudono, MBA), Dr. Gudono, MBA
Penelitian ini bertujuan mendapat bukti empiris dengan menguji hubungan pengaruh pengendalian terhadap proses dan hasil negosiasi: persepsi manajer dalam penetapan harga transfer.
Penelitian ini menggunakan eksperimen partisiPan S 1 yang telah mengambil mata kuliah system informasi akuntansi dan akuntansi biaya yang bertindak sebagai manajer yang akan melakukan negosiasi penetapan harga transfer. Variabel indenpenden yang pertama adalah desain organisasional yang terrdiri atas interdependensi dan insentif, sedangkan variable independen kedua (moderating)adalah arbitrasi. Varibel dependen adalah proses negosiasi yang diukur dengan:
(1) efisiensi, jumlah babak yang diambil negosiator untuk mencapai kesepakatan atau tidak ada kesepakatan, (2) disposisi tawar menawar, diukur lewat jarak dari tawaran awal hingga harga transfer final dan variebel dependen yang kedua adalah hasil negosiasi diukur dengan: (1) efektivitas diukur
oleh laba perusahaan, (2) persepsi terhadap otonomi. Penelitian ini menggunakan instrumen penelitian Windyastuti (2002) dengan pemilihan partisipan yang berpreferensi risk averse sesuai yang diasumsikan dalam teori agensi. Metode analisis yang digunakan adalah uji t, Anova Faktorial dan Manova.
Berdasarkan hasil analisis diperoleh:
I. Partisipan bertindak sebagai manajer sehingga dipilih yang cenderung risk averse. Manajer sebagai agen dalam teori agensi diasumsi risk averse.
2. Pada saat interdependensi tinggi, interaksi antara insentif dan arbitrasi akan berbeda secara signifikan untuk laba perusahaan.
3. Terbuktinya interaksi antara insentif dan arbitrasi terhadap persepsi terhadap otonomi.
4. Terbuktinya interaksi antara insentif dan arbitrasi akan signifikan untuk efisiensi maupun disposisi tawar-nferlawar pada saat ittterdependensi
5. Terbuktinya interaksi antara insentif dan arbitrasi tidak akan signifikan untuk laba perusahaan, persepsi terhadap otonomi, efisiensi dan disposisi tawar-menawar mengetahui apakah pada saat interdependensi rendah.
The purpose of thus study is to find empirical evidence with examine the effects of incentives and arbitration on the process and outcomes of negotiated transfer pncmg. The participant of experiment is undergraduate student that getting Management Accounting and Accounting Information systems, were acting as manager who negotiated transfer pricing. The first independent variable is organizational design consists of interdependence between the trading divisions and incentives, and the second independent variable is (as moderating variable) is arbitration. Dependent variable in this study as negotiating process, which are measured with: (1) efficiency, the number of rounds the negotiators took to reach an agreement or imPasse, (2) bargaining disposition, measured by the distance from the initial offers to the final transfer price. And the second independent variable, measured by : (1) effectivity measured by comPanY profit, (2) perceived autonomy. This research used Windyastuty's instrument (2002) with additionally choose risk averse participant just like agency theory. The analysis method are t test, factorial Anova and Manova.
The result were found that:
1. Under high interdependence, interaction between incentives and arbitration will different significantly for profit company.
2. It can proved that there were interaction between incentives and arbitration to perceived autonomy.
3. It can proved that under high interdependence, interaction between incentives and arbitration will significant for efficiency and bargaining disposition.
4. It can proved that under low interdependence, interaction between incentives and arbitration will not significant for profit company, perceived autonomy, efficiency, and bargaining disposition
Kata Kunci : organizational design, high interdependence, low interdependence, incentives, arbitration, desain organisasional, interdependensi tinggi, interdependensi rendah, insentif, arbitrasi. '