Laporkan Masalah

Pengaruh Unlevered Beta, Diversifikasi, Firm Growth, Rasio Aktiva Tetap dan Ukuran Perusahaan Terhadap Kebijakan Hutang Perusahaan

MARGASARI, NANING (Pembimbing: Marwan Asri, dr., M.B.A.), Marwan Asri, dr., M.B.A.

2012 | Tesis | S2 Management

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh karakteristik aset terhadap kebijakan hutang perusahaan dalam konteks teori keagenan. Karakteristik aset ini terdiri dari risiko sistematis, diversifikasi, kesempatan pertumbuhan, rasio aktiva tetap dan ukuran perusahaan. Penelitian ini didasarkan atas hasil studi Chung (1993) yang menyatakan bahwa semakin terdiversifikasi suatu perusahaan dan semakin besar rasio aktiva tetap akan cenderung menggunakan hutang yang tinggi dan semakin berisiko suatu perusahaan dan semakin tinggi kesempatan pertumbuhannya maka semakin sedikit perusahaan menggunakan hutang. Pengambilan data dilakukan secara pooling dengan sampel perusahaan-perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta

dari tahun 1992 sampai dengan tahun 1996 dan diperoleh 150 data. Alat analisis yang dipergunakan untuk menguji hipotesis adalah regresi berganda dengan OLS, Ordinary Least Square. Hasil analisis menunjukkan bahwa risiko sistematis, unlevered beta, dan diversifikasi tidak berpengaruh signifikan terhadap kebijakan hutang perusahaan, sedangkan kesempatan pertumbuhan, rasio aktiva tetap dan ukuran perusahaan berpengaruh signifikan terhadap kebijakan hutang perusahaan (leverage finansial). Hasit uji F menunjukkan bahwa semua variabel independen dapat menjelaskan leverage finansial, yaitu dengan nilai F test 23, 269 dan nilai R square sebesar 0,447.

This study aims to test the influence between asset characteristic and debt policy in the context agency theory. The asset characteristic consists of systematic risk, diversification, firm growth, fixed asset ratio, and firm size. This research is based on Chung (1993) study that the firm with higher a diversification and a larger fixed asset ratio tends to use more debt; and the firm with a greater growth opportunities and a higher operating risk tends to use less debt. The data are taken by pooling with samples from manufacture companies listed in Jakarta Stock Exchange 1992 to 1996. 150 data exists. Using multiple linear regression analysis with Ordinary Least Square the results indicate that unlevered beta and diversification do not Significantly have influence toward debt policy while firm growth, fixed assets ratio and firm size significantly support toward debt policy. F test shows that all independent variables can explain financial leveraged which is 23,260 and R Square is 0,447.

Kata Kunci : systematic risk, diversification, firm growth, fixed assets ratio, firm size, debt policy, and financial leverage, risiko sistematis, diversifikasi, kesempatan pertumbuhan, rasio aktiva tetap, ukuran perusahaan, kebijakan hutang,


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.