Laporkan Masalah

Evaluasi Kinerja Keuangan dan Operasional Badan Usaha Milik Negara di Indonesia Sebelum dan Sesudah Program Privatisasi

Mardiah Hadayanti, Dr. Eko Suwardi, M.Sc., Ak.

2008 | Skripsi | S1 Accounting

Privatisasi merupakan segala upaya pembenahan untuk meningkatkan efisiensi Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Privatisasi itu sendiri terjadi karena kinerja yang buruk dan tidak efisien dalam pengelolaan usaha BUMN, keterbatasan dana yang dapat disediakan dari anggaran Negara dalam pengelolaan BUMN dan era persaingan global yang tidak dapat dibendung lagi. Privatisasi diharapkan dapat menjadikan kinerja perusahaan yang melakukannya menjadi lebih baik, dan dapat menjadi pilar penerimaan Negara sehingga mampu bersaing dikancah persaingan global.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan yang signifikan pada kinerja keuangan BUMN sebelum dan sesudah privatisasi. Ukuran kinerja yang digunakan pada penelitian ini berdasarkan pada rasio keuangan yang meliputi lima kelompok rasio yaitu profitabilitas, aktivitas, leverage, efisiensi operasi dan deviden. Untuk mencapai tujuan penelitian ini suatu studi empiris dilakukan terhadap 12 sampel BUMN yang diprivatisasi melalui pasar modal selama periode 1991-2005 di BEJ. Metoda pengambilan sampel secara convenience, artinya pemilihan sampel dilakukan berdasarkan pertimbangan penulis dengan memperhatikan kelengkapan dan kejelasan data.

Dalam penelitian ini digunakan alat uji statistik non parametric yaitu Wilcoxon signed rank test dan kruskall-wallis test. Wilcoxon signed rank test digunakan untuk menguji perbedaan parsial antara variabel kinerja BUMN sebelum dan sesudah privatisasi sedangkan kruskal-wallis test digunakan untuk menguji secara serentak perbedaan antara keseluruhan variabel kinerja BUMN sebelum dan sesudah privatisasi. Berdasarkan hasil pengujian hipotesa menunjukkan bahwa pada pengujian tiap jenis rasio hanya rasio efisiensi operasi dan leverage yang menunjukkan hasil yang berbeda secara signifikan pada periode sebelum dan sesudah privatisasi. Pada pengujian secara keseluruhan menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kinerja keuangan BUMN untuk tahun sebelum dan sesudah privatisasi. Hal ini menunjukkan bahwa BUMN tidak mengalami perubahan kinerja yang berarti sebelum dan sesudah privatisasi. Kata kunci: Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Privatisasi.

Privatization is all correction effort to improve efficiency of SOEs. Privatization happened because ugly and inefficient performance in management of SOEs effort, limitation of fund which earn to be provided from state budget in SOEs management and global emulation area which cannot be blocked again. Privatization is expected can make firm performance doing him become bitterly and can become pillar acceptance of state so that can compete global emulation arena. The objective of this research is to know what any significant differences at financial performance of SOEs before and after privatization. The measure of performance that it used here is based on financial ratio's that consist five main ratio they are profitability, activity, leverage, efficiency operating and dividend. In order to achieve purpose of this research an empirical study is done to 12 SOEs samples which is privatization through capital market during the period 1991-2005 in Jakarta Stock Exchange (JSX). The study sample was done is a convenience.

In this research are used statistical test appliance is non parametric that are wilcoxon signed rank test and kruskal-wallis test. Wilcoxon signed rank test used to test the difference of partial between performance variable of SOEs before and after privatization. Kruskal-wallis test used to test the overall difference between performance variable of SOEs before and after privatization. Based on the result of hypothesis testing show that at testing every ratio type only operating efficiency and leverage ratio show of significant difference statistically at period before and after privatization. At testing as an overall show that don't there are significant difference between financial performance of SOEs before and after privatization. From this result we can conclude that SOEs performance doesn't change although the SOEs has become go privatization. Keywords: State-Owned Enterprises (SOEs), Privatization

Kata Kunci : Kinerja Keuangan; Evaluasi Kinerja; Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Privatisasi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.