Laporkan Masalah

Pengaruh Penalaran Moral dan Intensitas Moral terhadap Skeptisme Profesional Auditor Pemerintah

MAPUASARI, SUPENI ANGGRAENI (Adv.: Bambang Riyanto L.S., Prof.Dr., M.B.A., CMA.), Bambang Riyanto L.S., Prof.Dr., M.B.A., CMA.

2014 | Tesis | S2 Accounting

Skeptisme profesional auditor merupakan bagian dari kode etik audit yang sangat penting. Penelitian ini mencoba untuk mempelajari pengaruh dari etika terhadap skeptisme profesional auditor. Etika yang diujikan berupa penalaran moral dan intensitas moral. Penalaran moral menggambarkan level pemahaman moral individu dalam membedakan yang baik dan yang buruk saat menghadapi dilema etika. Intensitas moral mencerminkan pentingnya pemahaman akan isu moral yang ada saat menghadapi dilema audit. Teori disonansi kognitif digunakan untuk menguraikan analisis penelitian.

Penelitian ini mengambil konteks auditor eksternal pemerintah, yaitu Badan Pemeriksa Keuangan. Kuesioner disebarkan pada auditor perwakilan dari berbagai provinsi saat pelatihan diklat teknis di Balai Diklat Keuangan Yogyakarta. Hasil olah data dengan regresi sederhana menyatakan bahwa penalaran moral mempengaruhi secara positif skeptisme profesional auditor. Namun, intensitas moral justru tidak berpengaruh terhadap skeptisme profesional auditor.

Penelitian ini mengkonfirmasi berlakunya teori disonansi kognitif dalam menjelaskan hubungan penalaran moral sebagai komponen penting skeptisme profesional auditor pemerintah. Demi menjaga skeptisme profesional auditor, BPK perlu untuk memberi perhatian lebih terhadap penalaran moral auditornya.

Auditor professional skepticism is a core concept in audit codes of ethics. This research tries to elaborate the influence of ethics to auditor professional skepticism. Components of ethics being tested in this research are moral reasoning and perceived importance of moral intent. Moral reasoning is an individual moral development level that reflects how human perceive right and wrong when facing ethical dilema. Moral intent reflects Intensitas the importance of understanding the characteristics of moral issues when facing audit dilema. Theory of cognitive dissonance was utilized to explain this research analysis.

The respondents of this research are auditors of Indonesian Supreme Audit Institution (SAI). Questionnaries were spread of in the SAI training institution. The auditors were came from varies provinces in Indonesia. The result of this study found a positive relationship between moral reasoning and auditor professional skepticism. On the other side, it failed to proof the relationship between moral intent and auditor professional skepticism.

This research confirms the implication of cognitive dissonance theory to explain the relationship between moral reasoning and skepticim. It implies the importance of moral reasoning to be concerned by BPK as the audit external institution in Indonesians government.

Kata Kunci : penalaran moral, intensitas moral, skeptisme profesional auditor, teori disonansi kognitif, moral reasoning, moral intent, auditor professional skepticism, theory of cognitive dissonance.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.