Dampak Disentralisasi Fiskal Terhadap Pertumbuhan Ekonomi dan Ketimpangan Pendapatan antar Kabupaten/Kota di Papua Barat
Mansim, Naftalie (Mudrajad Kuncoro, Prof., Dr., M.Soc.Sc., Mudrajad Kuncoro, Prof., Dr., M.Soc.Sc.
2011 | Tesis | S2 Economics
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pelaksanaan
desentralisasi fiskal terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan ketimpangan
wilayah pada 9 kabupaten dan kota di Provinsi Papua Barat selama enam tahun
periode pelaksanaan, yaitu dari tahun 2004-2009.
Variabel yang diteliti pengaruhnya terhadap pertumbuhan ekonomi daerah
adalah derajat desentralisasi fiskal, pendapatan daerah, jumlah penduduk, dan
tingkat aglomerasi dari 9 kabupaten dan kota di Provinsi Papua Barat. Sementara
untuk ketimpangan wilayah variabel yang diteliti adalah derajat desentralisasi
fiskal, pendapatan daerah, jumlah penduduk, dan tingkat aglomerasi, serta tingkat
pertumbuhan ekonomi dari 9 kabupaten dan kota di Provinsi Papua Barat, dengan
menggunakan persamaan model simultan berulang (recursive model).
Hasil analisis menyimpulkan bahwa pertumbuhan ekonomi secara
signifikan dan positif dipengaruhi oleh derajat desentralisasi fiskal, khususnya,
Dana Otonomi Khusus. Sebaliknya, Dana Alokasi Khusus memiliki hubungan
yang signifikan dan negatif terhadap pertumbuhan ekonomi. Adapun jumlah
pertumbuhan penduduk dan aglomerasi justru tidak berpengaruh signifikan
terhadap pertumbuhan ekonomi. Sementara itu untuk ketimpangan wilayah,
desentralisasi fiskal berpengaruh positif dan signifikan secara statistik terhadap
ketimpangan wilayah antar kabupaten dan kota di Provinsi Papua Barat.
This research aims to analyze the impact of the implementation of fiscal decentralization on regional economic growth and regional disparity in 9 regencies and cities in West Papua Province during 2004-2009.
Variables studied its influence on regional economic growth is the degree of fiscal decentralization, regional income, population, and aglomeration level of 9 regencies/cities in West Papua Province. While for regional disparity, the variables examined are degree of fiscal decentralization, regional income, population, aglomeration level and economic growth rate of 9 regencies and cities in West Papua Province, using the simultaneous recursive model.
The analysis concluded that fiscal decentralization had positive effect and statistically significant effect on regional economic growth in 9 regencies and cities in West Papua Province, especially Special Autonomy Funds. On the contrary,Special Allocation Fundshad negative effect and statistically significant effect on regional economic growth, while populatio, and aglomeration level had insignificant effect on regional economic growth. Meanwhile for regional disparity, fiscal decentralization had positive effect and statistically significant on disparities between regencies and cities in West Papua Province.
Kata Kunci : Fiscal decentralization, Economic Growth, and Income Disparities, Desentralisasi Fiskal, Pertumbuhan Ekonomi, dan Ketimpangan Pendapatan