Laporkan Masalah

Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Business Recovery Pasca Gempa 27 Mei 2006: Kasus sentra industri keramik Kasongan, kecamatan Kasihan, kabupaten Bantul, D.I. Yogyakarta

Mahisi, Pratisyara Puspa Widitha Narindra, Prof. Dr. Mudrajad Kuncoro, Ph.D.

2008 | Skripsi | S1 Economics

Memiliki lebih dari 400 unit UKM yang menyerap sekitar 2.000 orang tenaga kerja dengan nilai produksi sebesar Rp7,43 milyar dan nilai ekspor sebesar US $84000 (Disperindagkop Bantul, 2006), popularitas dan potensi Kasongan sebagai sentra kerajinan keramik di Bantul sudah tidak diragukan lagi. Meskipun demikian, Kasongan tidak terlepas dari permasalahan konvensional yang dihadapi UKM di Bantul yakni permasalahan yang berakar pada permodalan, sumber daya manusia, dan pemasaran. Ditengah-tengah usaha menunjukkan keunggulan dalam persaingan dengan produk dari Cina, gempa bumi berkekuatan 5,9 SR versi BMG melanda DIY dan sekitarnya pada 27 Mei 2006. Lebih dari 5.700 jiwa melayang dan ribuan rumah rusak dalam peristiwa ini. Malang, Kasongan termasuk dalam wilayah dengan kerusakan berat hingga 80% dan menderita kerugian total lebih dari Rp22 milyar (Disperindagkop DIY, 2006). Pada penelitian ini, analisis kuantitatif dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat business recovery pada UKM di Kasongan, sementara analisis kualitatif bertujuan mengetahui kondisi sentra keramik Kasongan pascagempa dan proses business recovery yang terjadi. Dengan metode Ordinary Least Square (OLS) yakni menggunakan analisis regresi linier berganda, faktor-faktor yang terbukti signifikan mempengaruhi tingkat business recovery adalah (1) kondisi finansial pengusaha, (2) akses terhadap bahan baku, (3) jaringan dengan pasar dan pembeli, (4) demand terhadap produk perusahaan, (5) keaktifan berpromosi (berhubungan positif), serta (6) tingkat kerusakan aset dan properti usaha pascagempa (berhubungan negatif). Terdapat ketimpangan tingkat omset antarpengusaha yang berdampak pada rendahnya tingkat business recovery pada sebagian besar usaha di Kasongan. Kata kunci: Business recovery, UKM, Kasongan, gempa bumi 27 Mei 2006

With more than 400 units of small and medium scale enterprises (SMEs) contributing 7,43 billion rupiahs in production value, US $84000 in export of Bantul, also employing approximately 2000 people as labor (Disperindagkop Bantul, 2006), Kasongan has its own popularity and competency as the center of ceramic products in Bantul Diskrit. But behind that condition, Bantul is still facing its conventional problems concerning SMEs, which came from insufficiency of capital, low quality of human resources, and marketing activities. In compete with China's products, the SMEs of DIY Province had been surprised by the 5,9 Richter Scale earthquake (BMG version) on 27t' May 2006. The earthquake brings more than 5.700 death victims, destroys thousand houses, and adds another new big problem for SMEs of DIY Province and its surrounding. Kasongan is one of many places injuring a heavy rate of damages (80%) and suffering more than 22 billion rupiahs of big losses (Disperindagkop DIY 2006).



The purpose of quantitative analyses of this study is to examine factors influencing the rate of business recovery of Kasongan's SMEs, while the qualitative analyses try to know further about the condition of Kasongan's SMEs and the impact of the eartquake on its total sales. By using Ordinary Least Square (OLS) method, the multiple linear regression analyses gives result that factors significantly influencing the rate of business recovery are: (1) the financial condition of SME's owner, (2) access to raw material, (3) networking to the market and consumers, (4) demand for the company's products, (5) promotion activities (with positive relation), and (6) rate of assets and properties' damages (with negative relation). There is a big gap on total sales among SMEs, causing a low rate of business recovery in most of them. Keywords: Business recovery, SMEs, Kasongan, the 27th May 2006 earthquake

Kata Kunci : Business Recovery; Industri Keramik; Bisnis


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.