PENGARUH BETA , SIZE, ME/BE, PER TERHADAP EXPECTED RETURN SAHAM DI BURSA EFEK JAKARTA
Mahastuti Agoeng (Adv : Dr. Suad Husnan, MBA), Dr. Suad Husnan, MBA
Secara rasional tujuan investor dalam melakukan investasi adalah untuk memperoleh keuntungan dalam hal ini Return. Karena investasi yang dilakukan mengandung unsur ketidakpastian, maka Investor harus mempertimbangkan faktor-faktor risiko. Menurut CAPM satu-satunya risiko yang patut dipertimbangkan dalam menjelaskan Return adalah Beta (risiko sistematis), dimana pengaruh Beta terhadap Return tersebut adalah positif. Tetapi dalam berbagai study empiris di Amerika terjadi berbagai kontradiksi pada model CAPM di atas, yaitu pada beberapa kasus yang tidak dapat diterangkan oleh CPAM. Beberapa studi tersebut menemukan bahwa hubungan antara Beta dan return saham adalah lemah. Selain itu ternyata terdapat faktor-faktor lain selain Beta (Size perusahaan, rasio Market to Book Value (ME/BE) dan Price Earning Ratio (PER) yang mempengaruhi Return saham.
Temuan-temuan tersebut menunjukkan bahwa selain Beta terdapat faktor-faktor lain yang dapat digunakan sebagai pengukur dari risiko saham.
Berhubung dengan pengujian CAPM, maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Beta (risiko pasar), Size (kapitalisasi pasar), Market to Book Value (ME/BE) dan PER terhadap Expected Return Saham di Bursa Efek Jakarta. Penelitian ini adalah untuk dapat mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi Expected Return Saham di Bursa Efek Jakarta.
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh saham yang tercatat di Bursa Efek Jakarta mulai periode observasi Januari 1994 sampai dengan Desember 1996. Data-data yang diambil dari populasi tersebut adalah merupakan data sekunder yang dikumpulkan dari Bapepam dan Laporan Bursa Efek Jakarta. Pengambilan sampel dilakukan secara random dengan memilih seratus (100) perusahaan teraktif tiap tahunnya menurut volume perdagangan (share) dan sampel tersebut dianalisa dengan menggunakan metode OLS (Ordinary Least Squares).
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa CAPM telah gagal di dalam memprediksi Expected Return, karena Beta yang seharusnya merupakan satu-satunya faktor yang dapat mengungkapkan Return ternyata tidak dapat memperlihatkan powernya.
Sebaliknya ditemukan dua variabel yang berhubungan dengan Expected Return yaitu Size dan ME/BE secara keseluruhan (pooled). Kedua variabel ini memberikan pengaruh negatif yang tidak linier (dalam logaritma) terhadap Return. Tetapi secara tahunan hanya pengaruh yang diberikan oleh variabel Size yang signifikan sedangkan pengaruh yang diberikan oleh variabel ME/BE tidak konsisten tiap tahunnya. Lebih jauh lagi hubungan antara Size dan Return secara tahunan dipengaruhi oleh kondisi pasar. Pada kondisi bearish, peningkatan Size akan diikuti pula dengan peningkatan Return, tetapi bila kondisinya bullish saham dengan Size kecil akan mempunyai Return yang tinggi dibandingkan dengan saham Size yang besar. Hal ini konsisten dengan argumen yang menyatakan bahwa Size merupakan proksi bagi risiko karena pada kondisi bearish saham dengan Size kecil (risiko tinggi) tentunya akan mengalami penurunan return yang lebih tinggi, sehingga actual Return yang terjadi akan lebih rendah dibandingkan saham dengan Size yang lebih besar. Sebaliknya pada kondisi bullish saham yang mempunyai risiko tinggi akan mengalami peningkatan Return yang tinggi sehingga actual Return yang dihasilkan akan tinggi pula. Sedangkan pengaruh PER terhadap Return saham di Bursa Efek Jakarta tidak berhasil ditemukan pada penelitian ini
Kata Kunci : pengaruh beta, SIZE, ME/BE, PER, return saham, BEJ