Validitas CAPM( Studi Kasus Terhadap Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2003-2008)
MAHARDHIKA, EKA SYARLITA (Pembimbing: Sumiyana, Drs., M.Si.), Sumiyana, Drs., M.Si.
Capital Asset Pricing Model (CAPM) mengukur imbal hasil yang diharapkan dalam portfolio yang terdiversifikasi dan risiko yang relevan dan risiko pasar. CAPM berargumentasi bahwa risiko yang tidak terdiversifikasi diukur beta akan pantas menerima kompensasi atas risiko pasar dan semakin tinggi risiko yang ditanggung asset maka semakin tinggi imbal hasil yang diharapkan. Penelitian menggunakan semua perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta (BEJ) selama periode 2003 sampai dengan 2008. Penelitian ini menemukan bahwa beta berpengaruh signifikan terhadap imbal hasil. Terdapat hubungan positif antara imbal hasil atau portfolio dan estimasi beta. Penelitian ini menemukan bahwa ukuran perusahaan dan nisbah nilai buku terhadap nilai pasar mempunyai hubungan positif terhadap variasi imbal hasil. Penelitian ini menghasilkan beberapa prosedur pembentukan portfolio : saham yang dikelompokkan berdasarkan pre-ranking beta, ukuran perusahaan dan kombinasi ukuran-pre-ranking beta. Penelitian ini mendukung penggunaan model Arbitrage Pricing Theory (APT) dalam menjelaskan variasi imbal hasil di BEJ. Konsep CAPM valid dalam mengukur variasi harga saham.
Capital Asset Pricing Model (CAPM) provides a logical measure for the relationship between risk and expected return on assets held in well-diversified portfolios. The model reveals that only non-diversifiable risk as measured by beta will deserve some risk compensation in the market and the higher the risk of a stock. This research uses all manufacture firms listed on IDX from 2003 to 2008. This research found that beta significantly effects on average return. There was positive relationship between stock (portfolio) returns and estimated beta. In addition, this study found that firm size and book to market value of equity have explained positively the variations of stock return. This study presents variety of portfolio formation procedures: stocks are ranked and grouped based on (1) pre-ranking beta, (2) size, and (3) combined size and pre-ranking beta within each size group. However, the test supports the prediction of the model Arbitrage Pricing Theory (APT) in explaining variation of stock return on IDX. Therefore, the concept of CAPM is valid to measure variations of stock prices.
Kata Kunci : beta, size effect, book to market equity, Capital Asset Pricing Model (CAPM), portfolio, risiko pasar, estimasi beta, imbal hasil, Arbitrage Pricing Theory (APT)