Analisis Efek Right Issue Terhadap Nilai Intrinsik Saham PT. Bank Negara Indonesia )Tbk.
MAHARANI, VIDIE (Adv.: Mamduh Mahmadah Hanafi, Dr., M.B.A.), Mamduh Mahmadah Hanafi, Dr., M.B.A.
Penelitian-penelitian tentang penilaian harga saham di Indonesia sebelumnya cenderung menunjukkan bahwa harga pasar saham tidak sama dengan nilai intrinsiknya. Hal ini memberikan kesempatan kepada para investor untuk membeli saham pada posisi undervalue untuk mendapatkan capital gain dengan harapan bahwa harga pasar saham tersebut akan bergerak mendekati nilai intrinsiknya. Dilain pihak, para investor juga dapat mengidentifikasi saham dengan harga pasar pada posisi overvalue dan melepasnya dari portfolio investasinya.
Right issue adalah salah satu dari banyak corporate action yang dilakukan perusahaan untuk memajukan kinerja dari perusahaan. Penelitian-penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa kegiatan right issue dapat mengubah harga saham di pasar. Perubahan tersebut dapat diantisipasi dengan menghitung nilai intrinsik dari saham suatu perusahaan. Maka dari itu dilakukan penelitian ini untuk menghitung nilai intrinsik saham BNI sebelum dan sesudah right issue.
Penelitian ini dihitung dengan menggunakan metode analisis kuantitatif yaitu dengan penilaian DCF. Dengan melihat kondisi perekonomian Indonesia , kemudian dilanjutkan dengan kondisi perbankan dan kondisi perusahaan BNI untuk mendapatkan gambaran yang jelas yang dapat digunakan untuk asumsi-asumsi selanjutnya. Selanjutnya setelah didapatkan asumsi-asumsi seperti tingkat pertumbuhan dan kinerja perusahaan kedepannya, maka dilakukan proyeksi aliran cash flow terhadap modal untuk menentukan nilai intrinsik saham dengan metode FCFE (free cash flow to equity).
Hasil penelitian dengan menggunakan metode DCF diperoleh dengan estimasi nilai intrinsik saham BNI sebellum dan sesudah right issue pada Desember 2010 berturut-turut berkisar antara Rp.5.203,- dan Rp.6.264,-. Kemudian, rata-rata yang didapatkan dari harga saham pasar saham BNI pada dua minggu sebelum dan sesudah right issue adalah Rp.3.847,- dan Rp.4.106,-. Sehingga dapat disimpulkan bahwa harga saham di pasar undervalue dan terdapat pola pergerakan yang sama antara nilai intrinsik saham dengan nilai pasar saham yaitu bergerak positif.
Researchs in Indonesia, previously indicate that the stock market price was different with intrinsic value of the stock. This situation give investors the opportunity to buy stocks when the price is unddervalued, which allow investors to gain a positive return with the expectation that the stock market price will make an adjustment to its price reaching the intrinsic value. On the other side, investors can also identify stocks that are at overvalued position and drop it from their investment portfolio.
Right issue is one of many corporate actions done by companies to enhance the performance of the company. Previous studies showed that right issue can change the price of the shares in the market. these changes can be anticipated by calculating the intrinsic value of the share. This research objective is to estimate BNIÂ’s share intrinsic value before and after their right issue activity on December 2010.
This study is calculated using the method of quantitative analysis with the DCF valuation. By looking at IndonesiaÂ’s economic condition, banking industry, and BNI overall performance then we can derived several assumptions that wil be used in the calculation. After the assumptions have been made, it will be used to estimate cash flow movement to determine the intrinsic value of shares by using FCFE method.
The results obtained from the calculation using DCF method before and after the rights issue respectively are Rp.5.203,- and Rp.6.264,-. Then the average share price obtained from the market price two weeks before and after rights issue is Rp.3.847,- and Rp.4.106,-. It can be conclude that stock prices in the market is undervalued and there is a similar pattern of movement between the intrinsic value and market value, which will give a positive return to its investor.
Kata Kunci : stock valuation, discounted cash flow, free cash flow to equity, right issue, penilaian saham