Laporkan Masalah

Kinerja keuangan perusahaan publik di BEJ sebelum dan selama krisis

Made Mertha (Adv.: Prof. Dr. Mas'ud Machfoedz, MBA), Prof. Dr. Mas'ud Machfoedz, MBA

2013 | Tesis | S2 Accounting

Krisis moneter yang terjadi di Indonesia disebabkan merosotnya nilai tukar rupiah terhadap dolar. Amerika, mulai dirasakan sejak pertengahan tahun 1997. Kondisi ini sangat berpengaruh terhadap kinerja keuangan perusahaan yang terdaftar di BEJ. Beberapa penelitian telah dilakukan untuk mengetahui apakah terjadi perbedaan kinerja keuangan perusahaan yang diproksikan dengan rasio rasio keuangan terpilih.

Penelitian ini menggunakan variabel dependen kinerja keuangan yang diproksikan dengan 6 rasio keuangan yaitu CA, ITO, DER, ROE, ROA and TA/TL, sedangkan variabel independen yang diuji adalah faktor Krisis, LQ dan ukuran perusahaan. Penelitian dilakukan terhadap sampel berupa 648 pooled data dari 108 perusahaan yang terdaftar di BEJ selama 6 tahun.

Hasil pengujian hipoteisi dengan metoda statistik parameterik Manova, secara multivariat dan univariat dengan interaksi antara faktor krisis, LQ dan ukuran menunjukkan tidak ada perbedaan secara signifikan kinerja keuangan perusahaan sebelum krisis dengan selama krisis. Sedangkan hasil uji secara parsial hanya faktor Krisis yang signifikan, faktor LQ dan faktor ukuran hasilnya tidak signifikan.

Monetary crisis hit Indonesia, due the decrease in exchange rate between Ruapiahs against US dollar, has been affecting Indonesia since the mid of 1991. This situation makes significance impact to financial performance of the companies listed in Jakarta Stock Excahnge. Some research has been conducted to find out the difference in financial performance proxied by selected financial ratios.

This research is conducted using financial performance as dependent variable proxied by six financial ratios, i.e., CA, ITO, DER, ROE, ROA and TA/TL, while the independent variabels being examined are crisis factor, LQ and companyÂ’s size. Research is performed using sample consists of 648 pooled data gathered from 108 companies listed in Jakarta Stock Exchange for six years.

Examination of hypothesis using a statistical parametric method called Manova, is used to find out interaction beteween crisis factor, LQ and companyÂ’s size, prepared with multivariate and univariate approach. The result shows that there is no significance difference in financial performance of the companies before and after crisis. Partial examination shows that only crisis factor is found signifinacnt while LQ and size factors are not significant.

Kata Kunci : krisis moneter, nilai tukar rupiah, CA, ITO, DER, ROE, ROA, TA/TL, monetary crisis, jakarta stock exchange, statistical parameteric method, manova.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.