Analisis penerbitan obligasi daerah sebagai alternatif instrumen pembiayaan daerah
MADA, GRETA DIKANTIA , Dr. Goedono, MBA
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerbitan obligasi daerah sebagai alternatif pembiayaan bagi suatu daerah. Dalam rangka otonomi daerah, penerbitan obligasi disesuaikan dengan kemampuan Pemerintah daerah yang bersangkutan dalam hal pembayaran pokok hutang beserta bunganya. Selain itu juga untuk mengetahui apakah pilihan atas penerbitan obligasi daerah merupakan pilihan terbaik dari instrumen keuangan lainnya.
Penelitain ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan meninjau dan mengidentifikasi objek serta menggunakan pendekatan secara langsung melalui wawancara dengan beberapa staf dan pejabat di lingkungan pemerintah daerah di Kabupaten Sleman. Data didapatkan dengan menganalisa laporan keuangan untuk mengetahui gambaran yang jelas tentang kondisi keuangan Pemda Sleman.
Dengan analisis rasio DSCR atau rasio kemampuan keuangan daerah untuk meminjam, mengandaikan jika pemda mempunyai rasio meminjam diatas 2,5 kali, maka ada jaminan bahwa pemerintah daerah yang bersangkutan dapat dikatakan mampu mengembalikan pinjaman pokok pasa saat jatuh tempo beserta bunga setiap tahunnya. Di samping itu, juga digunakan analisis Batas Maksimum Pinjaman (BMP) yang merupakan batas tertinggi jumlah pinjaman daerah yang dianggap layak menjadi bebean APBD. Perhitungan lain adalah dengan menggunakan analisis biaya hutang, baik biaya bunga obligasi maupun biaya emisi dan administrasi obligasi. Dari analisis biaya dapat diketahui beban biaya secara keseluruhan dalam penerbitan obligasi daerah yang akan dilakukan oleh pemerintah daerah. Analisis akhir adalah membandingkan penerbitan obligasi daerah dengan opsi pembiayaan melalui hutang dari perbankan, apakah lebih menguntungkan dengan menerbitkan obligasi daerah atau dengan cara meminjam dari perbankan.
Dari berbagai analisa di atas, penelitian ini mendapatkan kesimpulan bahwa Pemda Sleman berpeluang untuk menerbitkan obligasi daerah dalam rangka pembiayaan infrastruktur publiknya. Disamping itu, pemerintah daerah juga berkemampuan untuk dapat mengembalikan semua kewajibannya baik menyangkut biaya bunga obligasi maupun kewajiban pokoknya. Apabila dilihat dari sisi beban biaya, pemerintah daerah akan lebih menguntungkan dengan menerbitkan obligasi daerah dibandingkan dengan cara meminjam bank.
The main purpose of this research is to analyze municipal bond issuance as financing alternative for a local government, in this case Sleman Local Government. In order to region autonomy, which adapted by related local government ability to pay the interest and principal amount. The other purpose is to compare municipal bond issuance with the other financial instrument, a bank loan, to know which one is better.
This research is using descriptive valuation method with observe and identify the object and using direct approachment by interviewing some staff and heads of division at local government. Data gathered with analyze the object financial statements to know the clear picture of their financial condition.
The study applies an analysis of DSCR, based on which it is assured that if local government has a ratio of DSCR above 2,5 times, it can be said to be capable of refunding the principle loan at the due date as well as the rate annually. In addition, it applies also an analysis of the maximum debt, which is a higest limit of local debt considered as eligible to be burden for the local budget. Finally, it applies also an analysis of the debt costs, both the coupon rate and the emission and administrative costs, based on which the burden of costs in the total publications of municipal bond that will be carried out by the local government can be known. After the three analysis conducted, the option are then compared with the financing throught debt from banking, with aim to find out eheter it is so profitablef or the local government to publish the municipal bond or to borrow loan from banking.
Based on the result of the study, it can be concluded than the local government Sleman has good opportunity to publish municipal bond in financing the development of public infrastructures. Moreover, it has also adequate capacity to refund all debts, both the coupon rate and principle loan. Rather, it can be expected taht it will gain more profitabel when publishing the municipal bond than borrowing the loan from banking.
Kata Kunci : Obligasi daerah, DSCR, pinjaman bank.