Laporkan Masalah

OPTIMALISASI RANCANGAN JARINGAN INTERRELASI DAN HIERARKI BANDAR UDARA DI INDONESIA: PENERAPAN TEKNIK MINIMUM SPANNING TREE (MST)

Lusiantoro, Luluk (Adv.: Wakhid Slamet Ciptono, Drs., M.B.A., M.P.M., Ph.D.), Wakhid Slamet Ciptono, Drs., M.B.A., M.P.M., Ph.D.

2013 | Skripsi | S1 Management

Penelitian eksploratori ini menggunakan teknik minimum spanning tree (MST) untuk mengoptimalkan rancangan jaringan interrelasi dan hierarki bandar udara di Indonesia. Data sekunder berupa jarak antar bandar udara, frekuensi penerbangan, dan korelasi PDRB setiap provinsi di Indonesia digunakan sebagai masukan untuk membentuk jaringan MST. Analisis hasil dilakukan dengan membandingkan bentuk jaringan MST dengan jaringan bandar udara yang selama ini digunakan di Indonesia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jaringan bandar udara yang selama ini digunakan di Indonesia belum menggambarkan jaringan yang optimal yang mampu menghubungkan semua bandar udara dengan total jarak terpendek serta memaksimalkan keterkaitan potensi ekonomi setiap provinsi di Indonesia. Penelitian ini kemudian mengusulkan rancangan jaringan yang optimal serta mengidentifikasi bandar udara-bandar udara dan provinsi-provinsi yang menjadi hubs dan spokes dalam jaringan tersebut. Terakhir, penelitian ini mengidentifikasi posisi bandar udara-bandar udara di Indonesia yang kurang strategis dalam jaringan ASEAN Open Sky, namun berpeluang untuk mendapatkan tempat yang strategis jika 33 bandar udara di 33 provinsi di Indonesia dimasukkan ke dalam jaringan tersebut

This exploratory research uses minimum spanning tree technique (MST) to optimize interrelational and hierarchical network design of IndonesianÂ’s airports. The secondary data containing distance between airports, flight frequency, and correlation of Gross Domestic Regional Product (GDRP) for each region in Indonesia are used as inputs to form MST networks. The result analysis is done by comparing the MST networks to the existing network in Indonesia. This research found that the existing airportÂ’s network in Indonesia does not depict the optimal network connecting all airports with the shortest distance and maximizing the correlation of regional economic potential in Indonesia. This research then suggests the optimal networks and identifies the airports and regions as hubs and spokes formed by the networks. At last, this research identifies that IndonesianÂ’s airports have no strategic potition in the ASEAN Open Sky network, but they have an opportunity to get strategic potitions if 33 airports in 33 regions in Indonesia are included in the network.

Kata Kunci : airportÂ’s network, optimization, minimum spanning tree, jaringan bandar udara, optimalisasi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.