Laporkan Masalah

Perilaku Menabung Masyarakat Indonesia: Pendekatan Stok Penyangga

LUKMAN, MAHADZIR (Adv.: Insukindro, Prof., dr., M.A.), Insukindro, Prof., dr., M.A.

2012 | Skripsi | S1 Economics

Tabungan nasional merupakan faktor penting dalam pembangunan ekonomi suatu negara. Di Indonesia, tabungan nasional didominasi oleh tabungan rumahtangga yang perilakunya didasari oleh motif-motif mikro. Perilaku tersebut memiliki konsekuensi makro sehingga hal tersebut penting dan perlu untuk dikaji. Penelitian ini memasukkan unsur kejutan, perilaku menerawang ke depan, serta ke belakang dalam menelaah motif perilaku menabung masyarakat Indonesia. Upaya tersebut dicerminkan melalui analisis perilaku menabung masyarakat Indonesia menggunakan pendekatan stok penyangga. Penelitian ini membandingkan dua model, yaitu model menerawang ke belakang menggunakan ARDL ECM dan model menerawang ke depan menggunakan FLBS dengan alat pembanding proyeksi model dan uji J. Variabel penjelas yang digunakan antara lain PDB yang merupakan proksi dari pendapatan, suku bunga tabungan yang merupakan proksi dari suku bunga, serta kejutan yang didapatkan dari selisih tabungan potensial dan tabungan aktual. Hasil estimasi menunjukkan bahwa pada model menerawang ke belakang, unsur kejutan signifikan dalam jangka pendek. Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat motif berjaga-jaga dalam perilaku menabung masyarakat Indonesia. Hasil estimasi perilaku menerawang ke depan menunjukkan adanya upaya meminimalkan biaya ketidakseimbangan dan biaya ketidaksesuaian di masa depan yang menunjukkan eksistensi stok penyangga. Model menerawang ke belakang lebih baik dalam menjelaskan perilaku menabung masyarakat Indonesia dibandingkan model menerawang ke depan. Hasil akhir ini memberikan arti bahwa perilaku menabung masyarakat Indonesia cenderung lebih lambat karena membutuhkan waktu yang lebih lama untuk melakukan penyesuaian apabila terjadi kejutan atau kebijakan pembangunan ekonomi.

National savings is an important factor in national economic development. In Indonesia, householdsÂ’ savings dominates national savings where its behavior based on micro motives. Since this behavior has a macro consequence, it becomes essential to be reviewed. This research involve shock factor, backward and forward-looking in order to explain Indonesian savings motive. It was reflected on Indonesian savings behavior analyzing with buffer stock approach. The research compared two kinds of models, which are backward looking with ARDL ECM model and forward-looking with FLBS. These models are compared using models predicted comparison and J test. GDP serves as a proxy of income, saving interest rate as proxy of interest rate, and gap of potential and actual savings as proxy of shocks are independent variables that are used in this research. The estimation result shows that backward-looking model has shock factor in short term. It has meaning there are precautionary saving motives on Indonesian saving behavior. The forward-looking estimation result shows there is stand effort in order to minimize disequilibrium and discrepancy cost which are the existences of buffer stock. Backward-looking model is better than forward-looking model in order to explain Indonesian saving behavior. That final result gives meaning that Indonesian saving behavior has propensity to slow because it needs more time to adjust when shock or economic development policy are apparent and taken into account.

Kata Kunci : tabungan, kejutan, stok penyangga, dan forward-backward looking, savings, shock, buffer stock, backward and forward-looking


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.