Laporkan Masalah

Perbandingan Peranan Jalur Kredit dan Jalur Tingkat Suku Bunga pada Mekanisme Transmisi Kebijakan Moneter 1990 - 1999

Lukman Hakim (Adv:Prof. Dr. Nopirin, MA), Prof. Dr. Nopirin, MA

2000 | Tesis | S2 Economics

Studi ini bertujuan untuk membandingkan peranan jalur kredit dan jalur tingkat suku bunga pada mekanisme transmisi kebijakan moneter Studi ini membandingkan keadaan jangka panjang 1990.1-1999.3 dan jangka pendek 1997.1-1999.3. Metode penelitian yang digunakan adalah vector autoregressive (VAR) yang terdiri atas tiga alat estimasi yakni ( 1) kausalitas (causality) (2) dekomposisi varian (variance decomposition), dan, (3) responsi terhadap adanya inovasi (impulse response). Dengan menggunakan uji akar-akar unit dan uji derajat integrasi, ditetapkan data yang dipcrgunakan pada penelitian ini adalah data kuartalan yang stasioner pada derajat pertama. Melalui uji kriteria informasi Akaike dan Schwart ditetapkan metode VAR dioperasikan pada tingkat kelambanan ke-dua. Pada model jalur kredit menggunakan variabel kredit riil (DL), tingkat harga (DP); pendapatan nasional riil (DY). Pada model jalur tingkat suku bunga menggunakan variabel tingkat suku bunga (DI), tingkat harga (DP) dan pendapatan nasional riil (DY). Hasil estimasi pada jangka panjang (1990.1-1999.3) dan jangka pendek (1997.1-1993.3) menunjukkan bahwa jalur kredit lebih berperan dibandingkan jalur tingkat suku bunga. Implikasi kebijakan dari hasil tersebut, studi ini menyarankan kepada Bank Indonesia agar mempertimbangkan penggunaan jalur kredit sebagai jalur utama pada mekanisme transmisi kebijakan moneter di Indonesia.

The purpose of this study is to compare of role of credit and interest rate channels in transmission mechanism of monetary policy. This study will compare between short run (1990.1-1999.3) and long run (1997.1- 1993.4) perspectives. Vector autoregressive (VAR) method is used for analyzing the data. The main uses of the VAR are causality, variance decomposition, and impulse response. The quarterly data used in this study are stationary in lagged first difference. The VAR model is estimated with two lags based on both the Akaike and Schwartz criteria. Credit channel model consists of three variables, real credit total (DL), consumer price index (DP), and real GDP (DY). Interest rate channel model consists of short run interest rate (DI), consumer price index (DP), and real GDP (DY). In the long run (1990.1-1999.3) and short run (1997.1-1999.3) estimate indicate that credit channel' is better than interest rate channel in transmission mechanism. Finally, this study has a purpose to Bank of Indonesia to consider credit channel as dominant channel in transmission mechanism monetary policy in Indonesia.


Kata Kunci : suku bunga,moneter,jalur kredit


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.