Laporkan Masalah

Pengaruh Praktek Tata Kelola Perusahaan Terhadap Manajemen Laba Di Perusahaan Keluarga (studi Empiris Pada Perusahaan yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia periode 2009-2011)

LEVINA, RISDYA (Adv.: Indra Wijaya Kusuma, Prof. Dr., M.B.A., CMA.), Indra Wijaya Kusuma, Prof. Dr., M.B.A., CMA.

2014 | Skripsi | S1 Accounting

Penelitian ini merupakan studi empiris yang membahas pengaruh tata kelola perusahaan terhadap kecenderungan praktik manajemen laba yang terjadi di perusahaan keluarga. Tidak seperti pada perusahaan non-keluarga yang mengalami konflik keagenan tipe I, perusahaan keluarga akan lebih rentan mengalami konflik keagenan antara pemilik saham mayoritas dan minoritas atau lebih dikenal dengan tipe II. Berdasarkan literatur-literatur sebelumnya, konflik keagenan ini dapat diminimalisir dengan tata kelola perusahaan yang baik.

Area penelitian akan berfokus pada tata kelola perusahaan secara internal yang diproksikan dengan independensi dewan komisaris dan latar belakang presiden direktur. Manajemen laba akan diukur dengan mengadopsi model Abnormal Working Capital Accruals. Adapun hasil penelitian membuktikan bahwa proporsi dewan komisaris independen memiliki hubungan negatif dengan tingkat manajemen laba di perusahaan keluarga. Selain itu, perusahaan keluarga yang dikelola oleh pendiri sebagai presiden direktur dan perusahaan keluarga yang dikelola oleh profesional sebagai presiden direktur dengan pendiri sebagai presiden komisaris memiliki tingkat manajemen laba yang lebih rendah dibandingkan perusahaan keluarga yang dikelola oleh presiden direktur dengan latar belakang yang lain.

This research is an empirical study about the effect of good corporate governance to the magnitude of earning management occurs in family-controlled companies. Unlike the non-family companies which mostly will experience type I agency conflict, the family-controlled company will be more vulnerable to agency conflict between the majority dan minority shareholders known as type II. Based on prior literatures, this agency conflict can be minimalized through the good corporate governance system.

The research area is focusing on internal good corporate governance proxied by the independence of board of commissioner and the background of president director. Earning management will be measured by adopting Abnormal Working Capital Accruals model. The result proved that the proportion of independent board commissioner negatively related with the earning management in the family-controlled companies. In addition, family-controlled companies which lead by the founder as president director and family-controlled companies which lead by professional as the president director with the founder as the president commissioner will have lower magnitude of earning management than family-controlled companies which lead by others than above.

Kata Kunci : Family-controlled companies, good corporate governance, earning management, independence of board of commissioner, family management, Abnormal Working Capital Accruals, Perusahaan keluarga, tata kelola perusahaan, manajemen laba, independensi dewan komi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.