Pengaruh Kepuasan Kerja Pada Intensi Keluar Dengan Komitmen Afektif dan Komitmen Normatif Sebagai Variabel Pemediasi Studi Di Toko Peni Group Yogyakarta
LAKSMITA, LULLY ANGGA (Adv.: Tarisisius Hani Handoko, Dr., M.B.A.), Tarisisius Hani Handoko, Dr., M.B.A.
Penelitian ini bertujuan untuk menguji (1) pengaruh kepuasan kerja pada intensi keluar, (2) pengaruh pemediasian komitmen afektif terhadap pengaruh kepuasan kerja pada intensi keluar, serta (3) pengaruh pemediasian komitmen normatif terhadap pengaruh kepuasan kerja pada intensi keluar. Kepuasan kerja dilihat dari item yang dikembangkan dalam Minnesota Satisfaction Questionnaire (MSQ), komitmen afektif dan komitmen normatif mengacu pada dimensi yang dikembangkan oleh Meyer et al. (1993), sedangkan untuk intensi keluar berdasarkan pada model dikembangkan oleh Muchinsky dan Tuttle (1979) (dalam Angle & Perry, 1981).
Metode sampling yang digunakan adalah purposive sampling, dengan kriteria yang digunakan adalah karyawan yang berstatus sebagai karyawan tetap dan telah bekerja setidaknya 1 tahun di Peni Group. Metode pengumpulan data yang diterapkan adalah melalui penyebaran kuesioner kepada karyawan Peni Group. Sedangkan pengujian hipotesis dilakukan dengan regresi sederhana dan model pengujian variabel mediasi yang dikembangkan oleh Baron dan Kenne y (1986).
Hasil pengujian menunjukkan bahwa ada pengaruh negatif yang signifikan dari kepuasan kerja pada intensi keluar karyawan, ada pengaruh mediasi penuh komitmen afektif terhadap hubungan antara kepuasan kerja dan intensi keluar, serta terdapat pengaruh mediasi penuh komitmen normatif terhadap hubungan antara kepuasan kerja dan intensi keluar.
This study aims to identify (1) the impact of job satisfaction on turnover intention, (2) the effect of affective commitment mediating towards the impact of job satisfaction on turnover intention, and (3) the effect of normative commitment mediating towards the impact of job satisfaction on turnover intention. Job satisfaction is assessed through items developed in Minnesota Satisfaction Questionnaire (MSQ), affective commitment and normative commitment are referred to the dimension developed by Meyer et al. (1993), and turnover intention is assessed by using model developed by Mucinsky and Tuttle (1979) (in Angle & Perry, 1981)
By using purposive sampling method, questionnaires are given to permanent employees of Peni Group who have been working for minimum one year to collect the data. Furthermore, simple regression and mediating variable testing model which is developed by Baron and Kenney (1986) is applied to test the hypotheses.
As the result, there is a significant negative impact of job satisfaction on employees turnover intention. However, affective commitment has full mediation influence in the correlation between job satisfaction and turnover intention. It is also perceived that normative commitment has full mediation impact towards the correlation between job satisfaction and turnover intention.
Kata Kunci : kepuasan kerja, komitmen afektif, komitmen normatif, intensi keluar, job satisfaction, affective commitment, normative commitment, turnover intention