Laporkan Masalah

Persistensi Kinerja Jangka Pendek Reksa Dana di Indonesia Tahun 2009

KUSUMAWATI, RINA ARIESTA (pembimbing: Jogiyanto Hartono M., Prof. Dr., M.B.A.), Jogiyanto Hartono M., Prof. Dr., M.B.A.

2011 | Skripsi | S1 Accounting

Penelitian ini dilakukan untuk menguji kemampuan Manajer Investasi dalam mengelola Reksa Dana Saham di Indonesia dalam menghasilkan kinerja yang baik serta menguji terjadinya persistensi. Manajer Investasi diasumsikan sebagai pihak yang memiliki lebih banyak informasi dan pengetahuan dibandingkan investor pada umumnya. Di samping itu, Manajer Investasi diketahui menggunakan strategi market timing dan strategi stock selection agar kinerja Reksa Dana Saham yang dikelola menjadi outperformed. Banyak penelitian terdahulu yang menunjukkan bahwa persistensi terjadi menggunakan salah satu dari kedua strategi tersebut.

Penelitian ini menggunakan return harian yang diperoleh dari data Nilai Aktiva Bersih harian. Dalam mengukur return tak normal suatu reksa dana, penelitian ini menggunakan model regresi yang dikembangkan oleh Treynoy and Mazuy untuk strategi market timing dan Jensen single-factor model untuk strategi stock selection. Fenomena persistensi terjadi bilamana reksa dana dengan kinerja yang baik pada suatu periode akan kembali menghasilkan kinerja yang baik pada periode selanjutnya. Untuk mengetahui terjadinya persistensi, dilakukan uji korelasi menggunakan Pearson antara satu periode dengan periode lainnya. Dengan menggunakan 45 sampel Reksa Dana Saham di Indonesia, diketahui bahwa tidak terjadi persistensi baik dengan menggunakan strategi market timing maupun stock selection. Hal ini mengindikasikan bahwa data historis tidak dapat digunakan untuk meramalkan kinerja di masa yang akan dating.

This research was conducted to test the ability of Investment Manager in managing the Indonesia mutual funds so it can produce an outstanding performance as well as to test the occurrence of persistence. Investment Manager is assumed as a party who has more information and knowledge than the usual investors. In addition, Investment Manager uses a strategy known as market timing and stock selection strategies in order to manage outperformed mutual funds. Many previous studies showed that persistence is occurred using one of the two strategies.

This study uses daily return data obtained from the daily net asset value of each mutual fund. To measure abnormal returns of a mutual fund, this study uses regression model developed by Treynoy and Mazuy for market timing strategy and Jensens single-factor model for stock selection strategy. The phenomenon of persistence occurs when mutual funds with outstanding performance in one period will generate outstanding performance as well in the next period. To determine the occurrence of persistence, this research uses the Pearson correlation test from one period to another period. By using 45 samples of Indonesia mutual funds, it is known that the persistence does not occur either by using the strategy of market timing or stock selection. This indicates that the historical data cannot be used to predict performance in the future.

Kata Kunci : persistence, mutual fund, market timing, stock selection, Pearson correlation, persistensi, reksa dana,


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.