HUBUNGAN KERAGAMAN PRODUK DAN KINERJA CREDIT UNION DAN BADAN USAHA KREDIT PEDESAAN DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
KUSUMA, STEPHANUS ERI (Adv.: Wihana Kirana Jaya, Prof.Dr., M.Soc., Sc), Wihana Kirana Jaya, Prof.Dr., M.Soc., Sc
Studi ini menganalisis hubungan antara keragaman produk dan kinerja lembaga keuangan mikro (LKM) Credit Union (CU) and Badan Usaha Kredit Pedesaan (BUKP) di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Banyaknya jenis produk simpanan–pinjaman dan produk non simpanan–pinjaman digunakan sebagai indikator keragaman produk LKM. Sementara itu, jumlah klien (sebagai proksi keluasan jangkauan), skala pinjaman (sebagai proksi kedalaman jangkauan), nilai pencairan pinjaman per staf (sebagai proksi produktivitas staf), biaya operasional per rata-rata aset berbasis periode (sebagai proksi efisiensi operasional) dan keswadayaan operasional (sebagai proksi kemandirian keuangan) digunakan sebagai indikator kinerja LKM sampel. Studi ini memanfaatkan data tahunan silang tempat yang melibatkan 16 CU dan 34 BUKP di Daerah Istimewa Yogyakarta untuk periode keuangan 2010–2011. Metode regresi logistik biner menjadi alat analisis yang digunakan untuk menguji ada atau tidaknya hubungan antara keragaman produk dan kinerja LKM sampel. Hasi studi ini mengindikasikan bahwa LKM dengan produk simpanan–pinjaman yang lebih beragam memiliki kecenderungan yang lebih kecil untuk memiliki banyak klien dan skala pinjaman besar. Dengan kata lain, terdapat kecenderungan hubungan negatif dan sifatnya langsung antara keragaman produk simpanan–pinjaman dan keluasan jangkauan serta hubungan positif dan sifatnya langsung antara keragaman produk simpanan–pinjaman dan kedalaman jangkauan LKM. Studi ini juga menemukan adanya kecenderungan hubungan negatif dan tidak langsung antara keragaman produk simpanan–pinjaman dan kinerja keuangan LKM, khususnya produktivitas staf dan kemandirian keuangan.
This study analyzes the relationship between product diversity and performance of microfinance institutions (MFIs), especially Credit Union (CU) and Badan Usaha Kredit Pedesaan (BUKP), in Yogyakarta Special Province. The number of saving–loan product types and non saving–loan product types of sampled MFI’s are used as the indicators of product diversity. Meanwhile, the number of loan clients (representing the scale of outreach), value of loans disbursed per loan client (representing the depth of outreach), value of loans disbursed per staff (representing the staff productivity), operational cost per assets ratio (representing the operational efficency), and operational self-sufficiency (representing the self-sufficiency) used as the performance indicators of sampled MFIs. This study utilizes annual pooled cross section data from 16 CUs and 34 BUKPs in Yogyakarta Special Province for the period of 2010–2011. The binary logistic regression method is used to examine whether or not the relationship between product diversity and performance exist in the operation of sampled MFIs. The result of the study indicates that MFI with more various saving–loan product types tends to have a smaller chance to serve a relatively high number of loan clients and relatively high value of loans dibursed per loan client. In other words, this study indicates a direct negative relationship between the level of product diversity and scale of outreach and also a direct positive relationship between the level of product diversity and depth of outreach. This study also indicates an indirect negative relationship between the level of product diversity and financial performance, especially staff productivity and self-sufficiency.
Kata Kunci : keragaman produk, keluasan jangkauan, kedalaman jangkauan, kinerja keuangan, lembaga keuangan mikro, CU, BUKP, product diversity, scale of outreach, depth of outreach, financial performance, microfinance institutions,