Hubungan Insentif Keuangan terhadap Daya Tarik Tugas, Usaha, dan Kinerja : Studi Eksperimen
KUSUFI, MUHAMMAD SYAM (Adv.: Mahfud Sholihin, Dr., M.Acc.), Mahfud Sholihin, Dr., M.Acc.
Penelitian ini bertujuan untuk meneliti efektivitas insentif keuangan dalam meningkatkan usaha dan kinerja tugas. Studi ini menjelaskan hasil bukti eksperimen terhadap subyek yang mengerjakan sebuah tugas yang dikompensasi menggunakan dua skema kompensasi, yaitu skema berbasis anggaran dan skema piece-rate. Dalam penelitian ini juga memperkenalkan skema berbasis anggaran partisipatif yang dikembangkan dari skema berbasis anggaran linier menurut Fisher et al (2003). Selain itu juga, seiring dengan penerapan skema berbasis anggaran, penelitian ini menggunakan pendekatan teori self-efficacy di dalam menjelaskan hubungan antara insentif keuangan terhadap usaha dan kinerja tugas. Semua subyek juga dievaluasi tingkat daya tarik tugasnya sebelum mereka mengetahui skema kompensasi yang akan didapatkan selama eksperimen, dan setelah mereka mengerjakan tugas dibawah skema kompensasi yang didapatkanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subyek di bawah skema berbasis anggaran terbukti memiliki peningkatan daya tarik tugas lebih besar dibandingkan dengan subyek dengan skema piece-rate. Selain itu juga, penelitian ini membuktikan bahwa interaksi antara insentif keuangan dan daya tarik tugas berpengaruh terhadap kinerja, tetapi tidak berpengaruh signifikan secara langsung.
This study aims to investigate the effectiveness of monetary incentives to increase effort and performance. This study reports the results of an experimental evidence of the subject who performed a task under two types of compensation contract, piece-rate contract and budget-based contract. This research also introduced the participatory budget-based contract which developed from linier budget-based contract by Fisher et al. (2003). Additionally, this study used self-efficacy theory to explain the effect of monetary incentives on effort and task performance. All of the subjects evaluated the attractiveness of task prior to learning how they would be compensated during experiment, and after they performed the experimental task under their assigned compensation contract. The results show that the subjects who performed under budget-based contract is more powerful to improve task attractiveness than the subjects who performed under piece-rate contract. Furthermore, this research also proved that the interaction between monetary incentives and task attractiveness affect the level of performance.
Kata Kunci : insentif berbasis anggaran partisipatif, skema piece-rate, daya tarik tugas, kinerja tugas, teori self-efficacy, monetary incentives, participatory budget-based contract, piece-rate contract, task attractiveness, task performance, self-efficacy theory