Pengaruh Manajemen Laba Melalui Manipulasi Aktivitas Nyata Terhadap Kinerja Perusahaan-Perusahaan Indonesia
KUSNITASARI, RATNA (Pembimbing: Haryono, Drs., M.Com.), Haryono, Drs., M.Com.
Penelitian ini bertujuan untuk melihat kecenderungan perusahaan menggunakan manipulasi aktivitas nyata melalui arus kas aktivitas operasi dan pengaruhnya terhadap kinerja perusahaan. Penelitian mengenai manajemen laba melalui manipulasi aktivitas nyata telah dilakukan oleh Roychowdhury (2006), Gunny (2005), Oktarina dan Hutagaol (2008) dan lain-lain. Penelitian ini menggunakan arus kas dari aktivitas operasi sebagai proksi manajemen laba melalui manipulasi aktivitas nyata dan rasio tobins Q sebagai proksi kinerja perusahaan. Tobins Q adalah sebuah rasio yang membandingkan nilai pasar dari saham sebuah perusahaan dengan nilai buku ekuitas perusahaan. Nilai Tobins Q adalah nilai yang cukup relevan digunakan karena angka ini menunjukkan seberapa tingkat penilaian pasar (pemegang saham) terhadap perusahaan.
Model penelitian yang digunakan adalah model Roycowdhury (2006). Sebelum menguji hipotesis, peneliti menggunakan model regresi untuk menentukan tingkat normal dan abnormal arus kas dari aktivitas operasi. Selanjutnya menggunakan statistik deskriprif, one sample t-test, dan independent sample t-test untuk menguji hipotesis. Jumlah perusahaan yang bertindak sebagai sample menurut kriteria adalah 37 perusahaan pada periode penelitian 2006-2009.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa perusahaan cenderung tidak melakukan manipulasi aktivitas nyata melalui arus kas aktivitas operasi. Ada kemungkinan bahwa perusahaan lebih melindungi kasnya dalam kondisi krisis yang terjadi selama periode penelitian. Selain itu, pengaruh manipulasi aktivitas nyata pada kinerja perusahaan menunjukkan bahwa perusahaan yang melakukan manipulasi aktivitas nyata mempunyai kinerja yang lebih baik daripada yang tidak melakukan manipulasi.
This research aims at indentifying firms tendency to execute real activities manipulation through cash flow from operating activities and its influence to corporate performance. Research on earnings management through real activities manipulation previously was by Roychowdhury (2006), Gunny (2005), Oktarina and Hutagaol (2008) etc. This research using cash flow from operating activities as a proxy for earnings management through real activities manipulation and Tobins Q as a proxy for corporate performance. Tobins Q is a ratio that compared market value of corporates equity to book value of corporates equity. Tobins Q value is relevant to use because this value show us the market appreciation to corporate performance.
The research model use is based on Roychowdhurys model (2006). Prior to test the hypotheses, the researcher employed regression model to determine normal and abnormal cash flow from operating activities. Then, descriptive statistics, one sample t-test, and independent sample t-test are used to test the research hypotheses.The numbers of firms that serve as a sample according to the criteria is consist of 37 in research period from 2006 to 2009.
The result shows that firm not tend to execute real activities manipulation through cash flow from operating activities. It is likely that firm more protect their cash in crisis condition during research period. Moreover, the influence of real activities manipulation on corporate performance shows firms that are more likely executing real activities manipulation have higher corporate performance than their counterpart.
Kata Kunci : real activities manipulation, cash flow from operating activities, tobins Q ratio, manipulasi aktivitas nyata, arus kas dari aktivitas nyata,