Laporkan Masalah

Pengaruh Disentralisasi Fiskal Terhadap Pembangunan Manusia Di Indonesia

KURNIAWAN, RANDI (pembimbing: Elan Satriawan, Dr., M.Ec.), Elan Satriawan, Dr., M.Ec.

2012 | Skripsi | S1 Economics

Dalam dua dekade terakhir, sistem desentralisasi fiskal diterapkan oleh banyak negara, terutama oleh negara berkembang. Seiring penerapan yang makin luas, terdapat sejumlah studi yang mengkaji dampak desentralisasi fiskal terhadap berbagai outcome ekonomi. Namun masih jarang studi yang menggunakan indikator pembangunan manusia sebagai dampak dari desentralisasi fiskal. Studi ini mencoba mengkaji dampak desentralisasi fiskal terhadap pembangunan manusia dengan menggunakan data seluruh kab/kota di Indonesia pada 2004-2008. Variabel independen yang digunakan adalah outcome di bidang pendidikan dan kesehatan. Outcome di bidang pendidikan diukur dengan angka partisipasi sekolah level SLTP, sedangkan di bidang kesehatan diukur dengan angka harapan hidup. Adapun variabel dependennya menggunakan dua indikator desentralisasi fiskal, yaitu rasio dana perimbangan terhadap total pendapatan daerah dan rasio PAD terhadap total pendapatan daerah. Studi ini menyimpulkan bahwa desentralisasi fiskal dengan menggunakan pengukuran dana perimbangan berpengaruh signifikan dan positif terhadap outcome pendidikan, tapi tidak signifikan terhadap outcome kesehatan. Namun desentralisasi fiskal dengan menggunakan pengukuran PAD berpengaruh signifikan dan positif terhadap outcome kesehatan, tapi tidak signifikan terhadap outcome pendidikan.

In the last two decades, fiscal decentralization system was implemented by many countries, especially by developing countries. With the increasingly widespread implementation, there are a number of studies that examined the impact of fiscal decentralization on various economic outcomes. But still rare studies use human development indicator as the impact of fiscal decentralization. This study tries to examine the impact of fiscal decentralization on human development using data all districts in Indonesia in 2004-2008. The independent variables used are outcome in education and health. Outcome in education is measured by junior secondary school enrollment rate, while the health outcome is measured by life expectancy. The dependent variable using two indicators of fiscal decentralization, that are ratio of Dana Perimbangan to total local revenue and the ratio of PAD to total local revenue. This study concludes that fiscal decentralization by using measurement of Dana Perimbangan has a significant and positive impact on educational outcome, but no significant effect on health outcome. However, fiscal decentralization by using measurement of PAD has a significant and positive impact on health outcome, but no significant effect on educational outcome.

Kata Kunci : fiscal decentralization, human development, education, and health, desentralisasi fiskal, pembangunan manusia, pendidikan, dan kesehatan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.