Evaluasi Pelaksanaan Pembangunan Ruang Kelas Baru dengan Cara Swakelola Pada SMKN Manonjaya dan SMK Harapan Kita
KURNIAWAN (Adv.: Wakid Slamet Ciptono, M.B.A., MPM., Ph.D.), Wakid Slamet Ciptono, M.B.A., MPM., Ph.D.
Pelaksanaan pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) SMK dengan cara swakelola bertujuan untuk menyediakan infrastruktur pendidikan berupa gedung untuk menjamin ketersediaan layanan pendidikan pada jenjang pendidikan menengah khususnya Sekolaha Menengah Kejuruan (SMK). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan pembangunan RKB SMK dengan cara swakelola pada SMKN Manonjaya dan SMK Harapan Kita.
Evaluasi tersebut dilakukan dengan cara mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaan pembangunan RKB SMK dengan cara swakelola, menganalisis strategi dengan analisis SWOT dan menentukan Key Success Factors (KSF) dalam pembangunan RKB SMK dengan cara swakelola pada SMKN Manonjaya dan SMK Harapan Kita.
Pelaksanaan pembangunan RKB SMK dengan cara swakelola pada SMKN Manonjaya dan SMK Harapan Kita berjalan baik tetapi ada perbedaan waktu dalam penyelesaiannya. SMKN Manonjaya mampu menyelesaikan pembangunan RKB SMK dalam waktu 86 hari sedangkan SMK Harapan Kita dalam waktu 132 hari. KSF dalam pelaksanaan pebangunan RKB SMK dengan cara swakelola meliputi: komitmen dari pemerintah daerah dalam hal ini bupati/walikota; komitmen dari dinas pendidikan kabupaten/kota; komitmen dari yayasan dalam hal ini untuk sekolah swasta; komitmen, kedisiplinan dan penguasaan aturan oleh Tim Pembangunan RKB SMK; kebersamaan dan kerjasama yang baik antara warga sekolah, komite sekolah dan masyarakat sekitar; ketersediaan sumber daya manusia yang mendukung pelaksanaan pembangunan; dan kedisiplinan para pekerja.
The development of new self managed classroom in a vocational high school aims to provide an education infrastructure in the form of building to guarantee the availability of high level education services especially in vocational high school. This research aims to evaluate the development of new self-managed classroom in Manonjaya and Harapan Kita high schools.
The evaluation is conducted by identifying the factors supporting and hindering the development of the self managed classrooms, analyzing the strategy through SWOT analysis, and deciding the Key Success Factors in development of new self-managed classrooms in Manonjaya and Harapan Kita high schools.
The implementation of new self-managed classrooms has worked well but there are differences in completion time. Manonjaya high school can accomplish the development in 86 days whereas Harapan Kita in 132 days. The KSFs in the implementation include: commitment from local government in this case district head / the mayor; commitment from district education offices / cities; commitment from the foundation in this case for private schools; commitment, discipline and mastery of the rules by the Development Team of the high school. RKB SMK; togetherness and good cooperation between the members of the school, the school committee and the public about the availability of human resources that support the implementation of development; and discipline workers.
Kata Kunci : Evaluation, New Classroom, Self-Management, SWOT Analysis, KSF.