Perbandingan Kinerja Keuangan Perusahaan Daerah Bank Perkreditan Rakyat dengan Bank Perkreditan Rakyat Swasta di Daerah Istimewa Yogyakarta: 2005.01-2007.01
Kurniasasi, I.G.A.D., Prof. Dr. Mudrajad Kuncoro, M.Soc., Sc.
2008 | Skripsi | S1 EconomicsPerusahaan daerah seringkali menuai kritik atas kinerjanya. Perusahaan daerah dianggap memiliki kinerja kurang baik terutama apabila dibandingkan dengan perusahaan swasta. Penelitian ini merupakan studi kasus dengan judul Perbandingan Kinerja Keuangan Perusahaan Daerah Bank Perkreditan Rakyat Dengan Bank Perkreditan Rakyat Swasta Di Daerah Istimewa Yogyakarta: 2005.01-2007.01. Penelitian dilakukan dengan cara menilai kinerja keuangan PD. BPR dan BPR Swasta yang beroperasi di Daerah Istimewa Yogyakarta. Hasil penilaian tersebut kemudian dibandingkan untuk mengetahui perbandingan kinerja keuangan serta tingkat kesehatan dan rasio-rasio keuangan yang mampu membedakan PD BPR dengan BPR swasta. Alat yang digunakan untuk menilai kinerja keuangan adalah rasio keuangan pembentuk komponen Capital, Asset, Management, Earning dan Liquidity yaitu CAR, RORA, ROE, NIM, ROA, BOPO, CR dan LDR. Dalam membandingkan kinerja rata-rata PD. BPR dengan BPR Swasta digunakan alat statistik uji mann-whitney test dan uji independent sample t test. Sedangkan untuk mengetahui rasio-rasio keuangan yang mampu membedakan PD BPR dengan BPR swasta digunakan analisis regresi logistik. Dari hasil penelitian diperoleh hasil bahwa baik PD. BPR maupun BPR swasta memiliki kinerja yang sehat menurut ketentuan Bank Indonesia pada aspek permodalan dan likuiditasnya. Sedangkan aspek rentabilitasnya, beberapa periode penelitian tidak masuk dalam kategori sehat. Dari uji statistik diperoleh hasil bahwa terdapat perbedaan berarti pada CAR, RORA, ROE, NIM, ROA dan BOPO. Perbedaan yang signifikan tersebut menunjukkan bahwa PD. BPR memiliki kinerja lebih baik dari BPR swasta pada aspek permodalan, kualitas aktiva produktif, kualitas manajemen dalam operasional usaha dan aspek rentabilitasnya, tercermin dari nilai CAR, RORA, NIM dan ROA yang lebih tinggi dan nilai BOPO yang lebih rendah. Dari hasil uji regresi logistik diperoleh 4 variabel yang mampu memprediksi perbedaan antara PD. BPR dan BPR swasta, yaitu RORA, ROE, BOPO dan CR. Hal ini menunjukkan bahwa PD. BPR memiliki kinerja lebih baik pada kualitas aktiva produktifnya dan rentabilitasnya, namun pengelolaan modal dan kemampuan likuiditasnya dalam memenuhi kewajiban yang harus segera dipenuhi lebih rendah jika dibandingkan dengan BPR swasta. Kata Kunci : Financial performance,Financial ratios, BPR, Mann-whitney test, Independent sample t test, Logistic regression.
Kata Kunci : Kinerja Keuangan; Perbankan; Bank Perkreditan Rakyat; BPR