Rencana Bisnis Kemasan i-Pack
KURNIANSYAH, ARIFANDY (Adv.: Nurul Indarti, Sivilokonom. Cand. Merc., Ph. D.), Nurul Indarti, Sivilokonom. Cand. Merc., Ph. D.
Pada tahun 2009 pemerintah Indonesia berupaya meningkatkan perkembangan industri kreatif di Indonesia dan menjadikannya sebagai Tahun Indonesia Kreatif (TIK). Hal ini didasarkan pada pertumbuhan yang signifikan dimana nilai industri kreatif selama tahun 2006 sampai tahun 2010 mengalami kenaikan tiga kali lipat yaitu Rp 157 triliun pada tahun 2006 menjadi Rp 468 triliun pada 2010. Salah satu usaha yang bergerak di bidang desain dalam industri kreatif adalah kemasan. Kemasan merupakan salah satu faktor penting dalam sebuah produk. Silayoi dan Speece (2004) mengatakan kemasan dianggap sebagai media komunikasi dan branding sebuah produk. Kemasan dengan tampilan yang menarik akan mempengaruhi seseorang atau konsumen untuk membeli produk tersebut. Industri kemasan sendiri merupakan industri yang sangat penting dalam menunjang operasional dari industri lainnya seperti industri manufaktur maupun industri jasa.
Berdasarkan beberapa data yang didapat dari observasi, melalui kuisioner dan wawancara, didapatkan gambaran dan peluang bisnis yang cukup besar dalam industri kemasan. Dengan mengambil lokasi usaha di kota Jember menjadikan bisnis ini merupakan bisnis kemasan yang pertama sehingga peluang untuk menguasai pasar cukup besar.
Pada analisa perhitungan finansial bisnis kemasan ini menunjukkan hasil yang sangat positif. Pada skenario yang paling sering terjadi, didapat investasi awal sebesar Rp. 253.102.250,-, NPV sebesar Rp. 577.301.314,15,-, IRR sebesar 87 %, dan Discounted Payback Period 1,27 tahun. Sedangkan pada perhitungan sensivitas kenaikan harga bahan baku sebesar 5% didapat NPV sebesar Rp. 558.093.325,33,-, IRR sebesar 85 % dan Discounted Payback Period 1,31 tahun. Berdasarkan hasil perhitungan finansial disimpulkan bahwa usaha kemasan i-Pack ini menghasilkan NPV yang bernilai positif dan payback period yang tidak begitu lama. Dengan begitu, setelah memperhitungkan nilai probabilitas dari skenario yang paling sering terjadi, secara keseluruhan rencana investasi ini memiliki kelayakan secara finansial serta layak untuk dijalankan.
In 2009 the Indonesian government worked to improve the development of creative industries in Indonesia and make it as Tahun Indonesia Kreatif (TIK). It is based on the significant growth in which the value of the creative industries for 2006 to 2010 has increased three-fold, namely from Rp 157 trillion in 2006 to Rp 468 trillion in 2010. One of the businesses engaged in the design of the creative industries is packaging. Packaging is one of the important factors in a product. Silayoi and Speece (2004) said that the packaging is considered as a medium of communication and branding a product. An attractive packaging will affect someone or consumers to buy the product. Industrial packaging itself is a very important industry in supporting the operations of other industries such as manufacturing and service industries.
Based on some of the data obtained from observation, through questionnaires and interviews, found imagery and considerable business opportunities in the packaging industry. By taking a business location in the city of Jember, packaging business is the first business in town so that the opportunity to dominate the market is big enough.
The analysis of the packaging business financial calculation showed very positive results. In the most likely scenario, the initial investment was Rp. 253.102.250,-, NPV obtained was Rp. 577.301.314,15,-, IRR was 87 % and Discounted Payback Period was 1,27 years. While the sensitivity analysis of raw prices by 5 % calculation showed the initial investment was Rp 253.482.437,50,-, NPV obtained was Rp. 558.093.325,33,-, IRR was 85 % and Discounted Payback Period was 1,31 years. Based on the calculation, i-Pack packaging business is generating positive NPV value and the payback period is not so long. That way, after taking into account the value of the probability of most likely scenario, the investment plan is financially viable and feasible to run.
Kata Kunci : industri kreatif, kemasan, peluang bisnis, creative industries, packaging, business opportunities.