Analisis rasionalitas investor dalam pemilihan saham dan penentuan portofolio optimal di bursa efek Indonesia (studi pada saham-saham LQ 45 periode tahun 2005-2008)
KUNTARDI, Dra. Sri Handaru Yuliati, MBA
Investasi merupakan penempatan suatu sumber daya atau aset untuk menciptakan keuntungan finansial dalam bentuk pendapatan atau keuntungan di masa yang akan datang. Salah satu bentuk investasi adalah investasi saham. Investasi dapat dilakukan oleh perseorangan/swasta maupun pemerintah. Investasi yang akan dilakukan oleh kedua sektor tersebut memerlukan penilaian investasi dan strategi investasi. Salah satu strategi investor untuk meminimalkan risiko saham adalah dengan melakukan kombinasi saham atau diversifikasi saham dalam portofolio. Kemungkinan portofolio yang dapat dibentuk dari kombinasi aset berisiko dan aset bebas risiko di pasar adalah tidak terbatas. Oleh karena itu, apabila investor rasional maka mereka akan memilih portofolio yang paling optimal.
Penelitian ini ditujukan untuk menguji apakah investor di Bursa Efek Indonesia telah memilih saham dan menentukan portofolio optimal dengan rasional. Populasi penelitian meliputi seluruh perusahaan yang telah go-public yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Pemilihan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling dengan kriteria semua saham perusahaan yang masuk dalam indeks LQ-45 selama bulan Februari 2006 sampai dengan bulan Januari 2008 dengan menggunakan Model Indeks Tunggal dalam hal ini Excess Return To Beta. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang diperoleh dari Pusat Informasi Pasar Modal (PIPM) Yogyakarta dan situs Bank Indonesia. Teknik statistik yang digunakan adalah uji beda dua rata-rata dengan menggunakan uji Mann-Whitney. Dari 28 perusahaan yang masuk dalam sampel penelitian, 8 perusahaan masuk dalam portofolio optimal dan 20 perusahaan tidak masuk dalam portofolio optimal.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa investor di Bursa Efek Indonesia bersikap tidak rasional dalam pemiliham saham dan penentuan portofolio optimal. Hal ini didasarkan dengan hasil uji Mann-Whitney yang menunjukkan frekuensi perdagangan rata-rata saham yang masuk dalam portofolio optimal tidak berbeda secara signifikan dengan frekuensi perdagangan rata-rata saham yang tidak masuk dalam portofolio optimal.
Investment is the dedication of resources or assets to creating financial benefits in the form of income or profit in the future. One kind of investment is stock investment. Investment can be done by both private sector and public sector (government). Investment that will do by both sector need an investment valuation and strategies. One of the investor strategies to minimize the investment risk in stock is by doing stock combination or stock diversifying in portfolio. The portfolio possibility, which can be formed from the combination of risk assets and risk free assets, is available with unlimited number in market. Therefore, if the investors are rational, they will choose the most optimal portfolio.
This research was aimed to identify whether the investor in Indonesia Stock Exchange have chosen rational stock option and portfolio decision. The research population covered all go-public companies listed in Indonesia Stock Exchange. Sample chosen was competed by purposive sampling with criteria all stock companies that include in LQ-45 Index during February 2005 until January 2008, by using Single Index Model, in this case was Excess Return To Beta model. Data used in this research was secondary data taken from Pusat Informasi Pasar Modal(PIPM)Yogyakarta and Bank Indonesia site. Statistic technique used was different test of two means by using Mann-Whitney test. From 28 companies, it was 8 companies included in optimal portfolio and 20 companies excluded from optimal portfolio.
Research result showed that investors in Indonesia Stock Exchange had conducted irrational stock option and portfolio decision. It's reflected by result of Mann-Whitney test that showed the average frequency of stock trade include in optimal portfolio not significant different with average frequency of stock trade exclude from optimal portfolio.
Kata Kunci : Return, Risk, Excess Return to Beta, Optimal Portfolio, Rationality,Keuntungan, Risiko, Portofolio Optimal, Rasionalitas