Laporkan Masalah

Pengujian Market Over Reaction dan Size Effect: studi empiris pada Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Jakarta Periode 2003-2005

Kunarti, Umi, Dr. Agus Setiawan, M.Soc.Sc.

2008 | Skripsi | S1 Management

Pada efficient market hypothesis (EMH), harga sekuritas telah mencerminkan semua informasi yang tersedia (Fama, 1970). Akan tetapi beberapa peneliti menunjukkan adanya kecenderungan pasar yang bereaksi secara berlebihan atau market overreaction baik terhadap informasi yang baik (good news) maupun informasi yang buruk (bad news). Hal ini ditunjukkan oleh adanya pembalikan return yaitu sekuritas yang mempunyai abnormal return positif (negatif) pada periode formasi, selanjutnya mempunyai abnormal return negatif (positif) pada periode pengujiannya. Beberapa peneliti justru menemukan bahwa pembalikan return yang terjadi lebih disebabkan oleh adanya size effect. Penelitian ini ingin membuktikan terjadinya pembalikan return pada perusahaan manufaktur di Bursa Efek Jakarta, apakah lebih disebabkan oleh adanya market overreaction atau size effect, dengan menggunakan sampel sebanyak 60 perusahaan manufaktur dan menggunakan data mingguan selama periode 2003-2005. Hasil yang diperoleh dengan menggunakan metode market-adjusted abnormal return dan SIM-adjusted abnormal return menunjukkan terjadinya pembalikan return yang sebagian besar dialami oleh portofolio loser, akan tetapi market overreaction tidak terbukti secara signifikan. Hasil penelitian ini justru secara signifikan menunjukkan adanya size effect pada perusahaan manufaktur di Bursa Efek Jakarta. Kata-kata kunci: market overreaction, size effect, market-adjusted abnormal return, single index model

According to efficient market hypothesis (EMH), the stock price reflects on all relevant information (Fama, 1970). However, many researchers had been showing the tendency to market overreaction either on good news or bad news. As shown in the price reversal which securities with abnormally positive (negative) return in the formation period will later experience abnormally negative (positive) return in the test periods. Conversely, many researchers found the size effect on this price reversal. This research examines the price reversal on manufacturing company at Jakarta Stock Exchange, caused by market overreaction or size effect, using 60 manufacturing companies as samples and weekly data throughout the years between 2003 to 2005. The result of this research which is obtained by either market-adjusted abnormal return or SIM-adjusted abnormal return shows the price reversal, majority experienced by loser portfolio. Market overreaction is not significantly proven, conversely, size effect significantly proven on manufacturing companies at Jakarta Stock Exchange. Keywords : market overreaction, size effect, market-adjusted abnormal return, single index model

Kata Kunci : market over reaction; size effect; pasar modal; reaksi pasar; investasi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.