Analisis Pengaruh Perataan Laba Terhadap Return Saham dan Risiko Beta Saham pada Perusahaan Manufatur Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Intisari
KRISTIANTO, NDANDUNG BAGUS, Drs. Sumiyana, M.Si,Ak
Perataan laba didefinisikan sebagai suatu sarana yang digunakan manajemen untuk mengurangi variabilitas urut-urutan pelaporan penghasilan relatif terhadap beberapa urut-urutan target yang terlihat karena adanya manipulasi variabel-variabel (akuntansi) semu atau (transaksi) riil, Koch (1981) dalam Salno (2000)
Tujuan ini adalah untuk menguji perbedaan kinerja perusahaan yang melakukan perataan laba dan yang tidak melakukan perataan laba dengan menggunakan risiko dan return saham perusahaan yang terdaftar di BEI sejak 2005 sampai 2007.
Lima puluh tiga perusahaan yang listing di BEI dipilih sebagai sampel penelitian menggunakan metode purposive judgement sampling. Sample diklasifikasifikasikan menjadi perusahaan perata dan bukan perata menggunakan indeks Eckel's (1981) dan model Michelson (1995). Pengklasifikasian tersebut menggunakan tiga jenis laba sebagai objek penelitian: laba operasi, laba sebelum pajak, laba bersih.
Analisis data dilakukan dengan menggunakan independent sample t test untuk menguji apakah ada perbedaan return dan risiko saham perusahaan perata dan bukan perata. Hasil pengujian pertama menunjukkan tidak ada perbedaan return antara perusahaan perata dan bukan perata. Dan hasil pengujian kedua menunjukkan tidak ada perbedaan risiko antara perusahaan perata dan bukan perata kecuali risiko laba sebelum pajak. Karena komponen-komponen laba sebelum pajak relatif sulit untuk dimanipulasi dan berhubungan dengan bank statement.
Income smoothing can be defined as a means used by management to diminish the variability of a stream of reported income numbers relative to some perceived target stream by the manipulation of artificial (accounting) and real (transactional) variables (Koch, 1981)
The purpose of this research is to examine whether risk and return common stock on smoothing companies different from those on non-smoothing companies listed in BEI, since 2005 until 2007.
Fifty three listed companies in BEI selected using purposive judgement sampling method were used a research sample. The sample was then clasified into smoother companies and non-smoother companies using Eckel's indeks (1981) and Michelson model (1995) This classification uses three kind of income as research object: operating income, income before tax, net income.
Analyse the data conducted by using independent sample t test to examine whether diferent risk and return on smoothing and non-smoothing companies. The first result of examination indicate that no return difference beetwen smoother and non-smoother companies. And the second result is norisk difference between smoother and non-smoother companies, except risk of income before tax. Because item of income before tax is relative difficult to manipulated and likage with bank statement.
Kata Kunci : Income smoothing, return, risiko, saham.