Laporkan Masalah

Penerapan Metode Income Approach Dalam Perhitungan Nilai Jual Oblek Pajak Bumi Dan Bangunan Studi Kasus Pada Hotel X

KIRANA, RENISSA CITRA (pembimbing: Herman Legowo, Drs., M.Si), Herman Legowo, Drs., M.Si

2011 | Skripsi | S1 Accounting

Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) memiliki hubungan yang erat dengan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Dalam menentukan NJOP dapat melalui tiga cara yaitu cost approach, income approach, dan market approach. Penerapan ketiga metode tersebut memiliki hasil yang berbeda, sehingga hasil tersebut dapat dibandingkan atau digunakan sebagai alat pembanding dalam penentuan Nilai Jual Objek Pajak. Tujuan dari penelitian ini adalah memaparkan perbedaan hasil akibat perbedaan metode tersebut dan menggunakan hasil tersebut sebagai bahan pembanding, sehingga penilaian NJOP dapat dicapai dengan optimal.

Penulis menggunakan jenis penelitian deskriptif (kualitatif) studi kasus pada Hotel X di Yogyakarta, dan berusaha memaparkan perbedaan penerapan metode tersebut. Data yang digunakan adalah data tahun 2010 yang digunakan dalam perhitungan NJOP PBB pada tahun 2011.

Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa NJOP yang dihasilkan oleh pendekatan pendapatan lebih besar dari NJOP yang berdasarkan pendekatan biaya. NJOP yang dihasilkan oleh pendekatan pendapatan dianggap lebih dapat mencerminkan nilai wajar dari suatu properti komersial, karena kemampuannya dalam mendatangkan keuntungan ekonomis.

NJOP (Nilai Jual Objek Pajak) is highly essential in calculating the property tax. Its purposes not only in calculating the property tax itself, but also for the use of other departments. Three approaches are allowed in calculating NJOP which are cost approach, income aprroach and market approach.The use of different methods often leads to different results thus, the result could either be compared or checked to define the right amount of NJOP. The aim of this research is to describe these different approaches in order to attain the optimal amounts of NJOP.

The writer used descriptive analysis method and attempted to apply the comparative value of NJOPresulted from two approaches. The data in 2010 had used to calculate NJOP in 2011.

The empirical result that can be concluded is NJOP based on the income approch is relatively higher than the cost approach. NJOP resulted from income approach is expected to have better result in representating the fair value of the commercial property due its ability to generate income.

Kata Kunci : pajak, pajak bumi dan bangunan, tax, property tax


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.