Laporkan Masalah

Pengaruh Pemoderasian Kecerdasan emosional Pada Hubungan Konflik Pekerjaan-keluarga dan Kesejahteraan

KHOIRUNNISA, RIKHA MUFTIA (Adv.: Harsono, Dr., M.Sc.), Harsono, Dr., M.Sc.

2012 | Tesis | S2 Management

Konflik pekerjaan-keluarga merupakan konflik yang muncul akibat dari ketidaksesuaian tuntutan pekerjaan dan keluarga. Berdasarkan teori peran, konflik pekerjaan-keluarga akan mempengaruhi kesejahteraan seseorang. Konflik pekerjaan-keluarga dalam penelitian ini diidentifikasi dalam dua bentuk konflik, yaitu konflik berdasarkan waktu dan ketegangan. Sedangkan kesejahteraan diukur menggunakan kepuasan kerja dan keluarga. Penelitian-penelitian terdahulu belum menguji peran pemoderasian kecerdasan emosional dalam hubungan konflik pekerjaan-keluarga. Oleh karena itu, penelitian ini menguji peran pemoderasian kecerdasan emosional dalam hubungan tersebut.

Respoden penelitian adalah kepala sekolah dan pasangannya. Persepsi pasangan ini ditujukan untuk mendapatkan data mengenai konflik pekerjaan-keluarga yang lebih valid, yang belum banyak dilakukan pada penelitian-penelitian sebelumnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ternyata hanya konflik berdasarkan ketegangan saja yang terbukti berpengaruh negatif terhadap kepuasan kerja dan keluarga. Konflik berdasarkan waktu tidak terbukti berpengaruh negatif terhadap kepuasan kerja dan keluarga dalam penelitian ini. Selain itu, ternyata peran pemoderasian kecerdasan emosional pada hubungan konflik pekerjaan-keluarga dan kesejahteraan tidak terbukti.

Work-family conflict is a conflict arising from the incompatibility of work and family demands. Based on role theory, work-family conflict will affect someoneÂ’s well-being. Work-family conflict in this study identified two forms of conflict, namely time-based conflict and strain-based conflict. While the well-being was measured using job satisfaction and family satisfaction. Previous studies have not tested the role of emotional intelligence as a moderation variable on the relationship between work-family conflict and well-being. Therefore, this research examines the role of emotional intelligence as a moderation variable on it.

Using 100 principals and his/her spouse, this research identify the effects of time-based and strain-based conflict on job and family satisfaction. Perceptions of the couple intended to get data on work- family conflict is more valid, which has not been much done in previous studies. The results of this study show that in fact only the strain-based conflict has negative effect on job satisfaction and family satisfaction. In this study, time-based conflicts based on time does not prove a negative effect on job satisfaction and family. In addition, the role of emotional intelligence on the relationship between work-family conflict and well-being is not proven.

Kata Kunci : work-family conflict, time-based conflict, strain-based conflict, well-being, family satisfaction, job satisfaction, emotional intelligence, spouse, konflik pekerjaan-keluarga, konflik berdasarkan waktu dan ketegangan, kesejahteraan, kepuasan kerja dan ke


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.