Analisis Pengaruh Merger dan Akuisisi Terhadap Kinerja Perusahaan Manufaktur Periode 2000-2007
KHOIRUDDIN, MUHAMMAD FAHMY (Adv.: Taufikur Rahman, S.E., M.B.A., Akt.), Taufikur Rahman, S.E., M.B.A., Akt.
Semakin ketatnya persaingan usaha menuntut perusahaan-perusahaan melakukan strategi-strategi bisnisnya untuk memenangkan persaingan. Salah satu strategi yang ditempuh perusahaan agar terus bisa menunjukkan eksistensi dan memperbaiki kinerjanya adalah dengan melakukan merger dan akuisisi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah kinerja perusahaan-perusahaan manufaktur (yang telah go public) berubah setelah melakukan aktivitas merger dan akuisisi. Sampel perusahaan dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sample yaitu perusahaan manufaktur yang melakukan merger dan akuisisi rentang tahun 2000-2007 dan menerbitkan laporan keuangan lengkap dua tahun sebelum dan dua tahun sesudah melakukan merger dan akuisisi. Dalam studi ini digunakan 4 kelompok rasio keuangan (rasio likuiditas, rasio ungkitan, rasio aktivitas, dan rasio profitabilitas) untuk mengukur kinerja keuangan perusahaan dan abnormal return dengan metode market adjusted model untuk mengukur kinerja saham. Hasil analisis menunjukkan tidak ada perbedaan kinerja
yang signifikan untuk periode sebelum dengan sesudah merger dan akuisisi dari sisi rasio keuangan. Meskipun terdapat beberapa rasio yang mengalami kenaikan maupun
penurunan namun perubahan tersebut tidak signifikan. Pada pengujian abnormal return menggunakan uji t sampel berpasangan selama periode jendela yaitu 20 hari sebelum dan 20 hari sesudah pengumuman merger dan akuisisi terjadi penurunan abnormal return saham tetapi perubahan yang terjadi tidak signifikan sehingga dapat disimpulkan abnormal return sebelum merger dan akuisisi tidak berbeda dengan abnormal return setelah merger dan akuisisi. Dari hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa merger dan akuisisi tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan dan kinerja saham perusahaan. Hal ini disebabkan karena merger dan akuisisi tidak hanya dipengaruhi oleh faktor keuangan saja tetapi juga dipengaruhi oleh faktor non-keuangan sehingga sinergi yang diharapkan tidak tercapai.
A more stringent business competition leads many companies to explore various business strategies to win the market. One of the strategies that are usually chosen by companies in order to survive and improve the companiesÂ’ performance is merger and acquisition. This research aims to investigate the effect of merger and acquisition with respect to the performance of the manufacture companies (one who has go public). In this research, the sample companies are chosen by applying the purposive sample method, for which the manufacture companies did merger and acquisition in the period of 2000-2007 and publish their financial report two years before and after their merger and acquisition In this study, four financial group ratios are used (liquidity ratio, leverage ratio, activity ratio and profitability ratio) to measure the companyÂ’s financial
performance and its abnormal return by applying the method of market adjusted model in order to measure the share performance. The results indicate that there is no significant performance difference for the period before and after merger and acquisition from the financial ratio side. Furthermore, although some of the ratios are increasing or decreasing, they are insignificant. In the abnormal return test using t sample test during windows period, in 20 days before and 20 days after merger and acquisition announcement, there is a drop in the abnormal return of share; however, the changes is insignificant. It can be concluded that the abnormal return before the merger and acquisition is similar to the abnormal return after merger and acquisition. From the analysis, it can be concluded that merger and acquisition does not have significant influence to the financial and companyÂ’s share performance. This is because of merger and acquisition is not only influenced by financial factor, but also influenced by non-financial factors so that the expected synergy is not obtained.
Kata Kunci : Merger dan akuisisi, kinerja perusahaan, abnormal return, rasio keuangan, Merger and acquisition, companyÂ’s performance, abnormal return, financial ratio.