Laporkan Masalah

Analisis Structure Conduct Performance Pada Industri Otomotif di Indonesia Tahun 2000-2008

KARTIKO, ROKY (pembimbing: Wihana Kirana Jaya, Prof., Ph.D.), Wihana Kirana Jaya, Prof., Ph.D.

2011 | Skripsi | S1 Economics



Sektor industri otomotif semakin lama semakin mengalami peningkatan secara terus-menerus, hal ini dapat terlihat dengan bermunculannya inovasi-inovasi baru yang menarik untuk dapat memenuhi kebutuhan para konsumen. Pada tahun 1999 penjualan tahunan naik dari 94.000 unit menjadi 301.000 unit, menyusul adanya langkah pemerintah menandatangani paket kebijakan otomotif 1999 untuk mendorong ekspor produk-produk otomotif, juga untuk mendorong kebangkitan kembali pasar domestik, melalui adanya penigkatan produksi oleh industry pendukung otomotif. Pada tahun 2004 Angka penjualan terus naik hingga 483.000 unit, dan bahkan kembali menciptakan rekor 532.000 unit pada tahun 2005. Industri mobil lebih rentan ketimbang industri sepeda motor. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), mengemukakan tentang adanya peningkatan kinerja industri otomotif pada tahun 2008 hingga mencapai lebih dari 39,3 Persen.

Dengan adanya peningkatan industri otomotif di Indonesia maka pemerintah membuat berbagai kebijakan yang lebih mendukung industri otomotif untuk terus mendorong selalu berkembangnya industri otomotif melalui adanya aturan regulasi yang diterapkan sehingga para investor baik oleh investor domestik maupun luar negeri merasa nyaman dalam melakukan investasi di Indonesia. Ketika investasi tersebut berkembang, dampak dari multiplayer effect yang ditimbulkan akan sangat terasa bagi rakyat Indonesia, yaitu misalnya dalam penyerapan tenaga kerja, pertumbuhan industri komponen, jasa pelayan servis kendaraan, toko penjual alat otomotif dan jasa terkait, akan mengalami peningkatan.

Penelitian ini akan mencoba menguji faktor-faktor yang diduga mempengaruhi kinerja industri otomotif di Indonesia. Penelitian ini akan menguji menggunakan konsentrasi tiga perusahaan terbesar (CR3), Indeks Hirschman-Herfindahl (HHI) yang diduga memiliki pangsa pasar lebih 75%, di mana akan melihat keterkaitan antara structur-conduct-perfomance pada industri otomotif di Indonesia tahun 2000-2008.



This research will analyze the market structure of automobile industry and analyze how the performance of the car industry the efficiency in the two provinces of DKI Jakarta and West Java which is the center of the car industry in Indonesia in 2000-2008, and the factors affecting the efficiency of the automotive industry in both provinces. CR3 and HHI are used to calculate the structural analysis of the three largest car companies. In calculating the factors that influence the level of efficiency using panel data. The results of this study indicate that the car industry in the years 2000-2008 is tight oligopoly. Efficiency of the car industry in Indonesia is influenced by company size based on the amount of labor and imported raw materials.

Kata Kunci : Automobile Industry, SCP, Efficency, Industri Otomotif, Investment, Kinerja perusahaan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.