Permintaan lada putih di Indonesia dari Singapura (tahun 1971-2001)
Kadarmo, Yuliadi. (Adv.: Prof. Dr. Dibyo Prabowo, M.Sc.), Prof. Dr. Dibyo Prabowo, M.Sc.
Dalam kaitannya dengan ekspor komoditas perkebunan, lada (piper nigrum) merupakan salah satu komoditi potensial yang menjadi andalan penghasil devisa Indonesia setelah karet, sawit, kopi, teh, dan coklat (Kompas, 18-09-2001: 15). Salah satu faktor penting yang menyebabkan lada, khususnya lada putih menjadi komoditi potensial untuk diperdagangkan adalah harga. Secara historis harga lada putih dunia menunjukkan kecenderungan berfluktuatif Dalam Singapore Dollar (SOD), instabilitas atau fluktuasi harga lada putih yang tajam di pasar dunia selama kurun waktu 1971-2001 mengakibatkan tidak stabilnya permintaan lada putih Indonesia dari negara-negara pengimpor, termasuk Singapura.
Sehubungan dengan kenyataan di atas, maka penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan lada putih Indonesia dari Singapura.
Dalam. penelitian ini digunakan alat analisis kuadrat terkecil biasa (ordinary least square, OLS) dengan pendekatan model koreksi kesalahan (error correction model, ECM). Data yang digunakan adalah data tahunan (time series) selama kurun waktu 1971-2001.
Hasil dari penelitian ini adalah : dalam jangka pendek, tidak ada satu pun variabel bebas yang berpengaruh secara signifikan terhadap pennintaan lada putih Indonesia dari Singapura, dan sebaliknya dalam jangka panjanlg, semua variabel bebas berpengaruh secara signifikan terhadap permintaan lada putih Indonesia dari Singapura.
Kata Kunci : elastisitas harga dari permintaan, elastisitas harga silang, elastisitas pendapatan dari permintaan, ekspor lada putih Indonesia (White Piper nigrum).