Analisis Pengembangan Ekonomi Daerah Melalui Pendekatan Sektoral dan Kawasan di Provinsi Papua Barat Tahun 2000-2006
Kabes Johanis Rudy (Pembimbing): Dr. Mudrajad Kuncoro, M.Soc.Sc,, Dr. Mudrajad Kuncoro, M.Soc.Sc,
2008 | Tesis | S2 MEP
INTISARI
Penelitian ini bertujuan pertama untuk mengetahui tipologi daerah dari masingmasing kabupaten/kota di Provinsi Papua Barat dengan menggunakan laju pertumbuhan ekonomi dan PDRB per kapita. Kedua, untuk mengetahui klasifikasi sektoral dengan menggunakan Static Location Quotient dan Dynamic Location Quotient di Provinsi Papua Barat. Ketiga, untuk mengetahui ketimpangan ekonomi antarkabupaten/kota secara keseluruhan di Provinsi Papua Barat dengan menggunakan indeks entropi Theil. Keempat, untuk menganalisis pengelompokan wilayah dengan menggunakan analisis regresi logistik multinomial. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dengan jenis data yang diambil yaitu PDRB, PDRB per kapita, pertumbuhan ekonomi, dan data jtunlah penduduk tahun 2000-2006. Data ini bersumber dari BPS Jakarta, BPS Provinsi Papua Barat dan Berbagai terbitan BPS kabupaten/kota se Papua Barat. Hasil analisis tipologi daerah menunjukkan bahwa dari kesembilan kabupaten/kota di Provinsi Papua Barat, kabupaten/kota yang berada pada daerah cepat maju dan cepat tumbuh adalah Kota Sorong, Kabupaten Kaimana, dan Kabupaten Fakfak. Kabupaten Sorong, Kabupaten Fakfak, dan Kabupaten Raja Ampat berada pada
klasifikasi daerah maju tapi tertekan. Kemudian Kabupaten Manokwari, Kabupaten Sorong Selatan, dan Kabupaten Teluk Wondama berada pada klasifikasi daerah berkembang cepat. Tidak ada kabupaten/kota yang berada pada klasifikasi daerah tertinggal. Hasil analisis klasifikasi sektoral berdasarkan SLQ dan DLQ menunjukkan bahwa hanya empat kabupaten yang tidak memiliki sektor unggulan yaitu Kabupaten Manokwari, Kablipaten Sorong Selatan, Kabupaten Kaimana, dan Kabupaten Raja Ampat. Sebaliknya enam kabupaten/kota lainnya memiliki sektor unggulan. Hasil analisis ketimpangan daerah menurut indeks entropi Theil menunjukkan bahwa ketimpangan daerah cenderung menurun. Namun bila dikaitkan dengan kurva Kuznets maka kecenderungannya berbentuk kurva U. Artinya masih terdapat 8 kabupaten/kota yang ketimpangannya cenderung meningkat, hanya Kabupaten Sorong Selatan yang ketimpangan menurun manakala PDRB per kapita meningkat. Hasil analisis regresi logistik multinomial menggunakan empat variabel yaitu PDRB per kapita, pertumbuhan ekonomi, klasifikasi sektoral, dan indeks ketimpangan daerah, hanya variabel pendapatan per kapita dan ketimpangan ekonomi daerah yang berpengaruh secara positif terhadap probabilitas suatu daerah berada pada klasifikasi daerah berkembang cepat dan signifikan secara statistik pada a = 5%. Pada daerah maju tertekan hanya variabel pertumbuhan ekonomi yang berpengaruh secara negarif dan sifgnifikan secara statistik pada a = 5%. Bila dikaitkan dengan kurva Kuznets maka ketimpangan berbentuk kurva U dan disusul dengan bentuk kurva U terbalik. Artinya ada kabupaten/kota yang ketimpangannya menurun manakala pertumbuhan ekonomi meningkat, sehingga kabupaten/kota tersebut akan berkurang probabilitas berada pada daerah maju tertekan dan akan bergeser pada daerah cepat maju dan cepat tumbuh.
Kata-kata Kunci: Pengembangan Ekonomi Daerah, Pendekatan Sektoral dan Kawasan
ABSTRACT
The objective of this research were firstly to know typologi area from each Regency/city in West Papua Province with use the economic growth and GRDP per kapita. Secondly, to know the sectoral classification of each regency/city in West Papua Province with use SLQ anda DLQ. Thirdly, to know the economic disparities interregency/ city as entire in West Papua Province with use entropi Theil index. Fourthly, to analyze the classification area with use the multinomial logistic regression analysis. The data applier in the research was in form of secondary data take source from Gross Regional Domestic Product (GRDP) of each Regency in West Papua Province the year of 2000-2006. The data obtained from the Statistical Central Board (BPS) of Indonesia and West Papua Province. The result of analysis of typologi area indicate that from nine regency specified as which be at the area quickly go forward and quickly grow only Kaimana Regency, Sorong City, and Bintuni Bay Regency. Sorong Regency, Fakfak Regency, and Raja Ampat Regency are at the area go forward but depressed. Then Manokwari Regency, Sorong Selatan Regency, and Teluk Bintuni Regency are at the developing area quickly. The result of sectoral classification is pursuant to SLQ and DLQ indicate that only four regencies which not own the excellence of its economic sector namely Manokwari Regency, Sorong Selatan Regency, Kaimana Regency, and Raja Ampat Regency. Then five others own it. The result of disparity area analysis pursuant entropi Theil index indicate that inquality area is very smaller in West Papua Province. But the result not be supported by inverted U curve which be in West Papua Province. The result of multinomial logistic regression analysis use four variables that are GRDP per capita, economic growth, sectoral classification, inequality area index, only PDRB per capita and inequality area represent the best predictors later which be at the development area quickly. Coffiecient from each variables show the sign are positive, meaningful that ever greater of its value is ever greater hence the probability area become the development area quickly and to be significant with a = 5%. At the area go forward but depressed, only economic growth represent the best predictors with to be significant wiht a = 5%, but coeffient from variable show the sign negative. If it is linked to Kuznets curve, the inequality shape U curve and so on to be U inverted curve. It is
meaningful that are regencies/city which decrease inequality when economic growth increase. So these regencies/city will decrease probability at the area go forward and depressed then to develop into the area go forward and quickly grow.
Key Words: Regional Economic Development, Sectoral and Spatial Approach
Kata Kunci : Pengembangan Ekonomi Daerah, Pendekatan Sektoral dan Kawasan