Analisis Market Overreaction : Studi Kasus Pengumuman Percalonan JOKO WIDODO sebagai Calon Presiden RI 2014
Jonathan Kurniawan D. (Adv.: Dra.Sri Handaru Yuliati,M.B.A), Dra.Sri Handaru Yuliati,M.B.A
Fenomena reaksi berlebihan (market overrecation) merupakan salah satu fenomena yang bertentangan dengan pasar efisien. Fenomena tersebut menjelaskan reaksi berlebihan yang ditunjukkan investor ketika datangnya suatu informasi ke pasar modal. Penelitian ini menguji apakah pasar modal Indonesia mengalami reaksi berlebihan akibat adanya suatu informasi. Informasi yang diambil terkait peristiwa pengumuman pencalonan Joko Widodo sebagai calon Presiden RI pada tanggal 14 Maret 2014.
Hasil penelitian menggunakan uji independent sample t-test untuk melihat apakah terjadi perbedaan rata–rata kedua sampel secara signifikan. Sampel yang diuji coba adalah saham–saham yang berkinerja baik (winner) dengan saham–saham yang berkinerja buruk (loser). Reaksi berlebihan akan terjadi apabila saham–saham yang berkinerja baik dan yang berkinerja buruk mengalami pembalikan return. Selain itu, penelitian ini menguji apakah saham–saham yang berkinerja buruk dapat mengungguli saham–saham yang berkinerja baik sehingga strategi kebalikan (contration strategy) dapat dilakukan oleh investor.
Hasil dari penelitian menunjukkan terjadi pembalikan return yang signifikan terhadap saham–saham yang berkinerja baik (winner) pada periode 1 hari sementara saham–saham yang berkinerja buruk (loser) tidak terjadi pembalikan return. Sementara saham–saham yang berkinerja buruk (loser) tidak dapat mengungguli saham–saham yang berkinerja baik secara signifikan.
Market overreaction is one phenomenon that is contrary to the efficient market. These phenomena explain investor overreaction shown when the advent of the information to the capital markets. This study examines whether the Indonesian capital market experienced excessive reactions due to the information. Information taken related events candidacy announcement Joko Widodo as a candidate for President of the Republic of Indonesia on 14 March 2014.
The test results using independent sample t-test to see whether there is a difference average two samples significantly. Samples tested are winner portfolio with loser portfolio. Overreaction would happen if winner portfolio and loser portfolio experiencing a reversal of return. In addition, this study tested whether loser portfolio can outperform stocks that perform well so that the contration strategy can be done by investors.
Results from the study showed a significant return reversal of winner portfolio in period 1 day while loser portfolio is not significant return reversal. While s loser portfolio can not outperform winner portfolio significantly.
Kata Kunci : Efficient market, market overreaction, winner-loser, return reversal