Laporkan Masalah

Analisis Desain Jaringan Distribusi Bantuan Tanggap Darurat Bencana Erupsi Gunung Merapi 2010 Studi Pada PMI Kabupaten Sleman

JAYA, TRY SATRIA (Adv.: Pangestu Subagyo, Drs., M.B.A.), Pangestu Subagyo, Drs., M.B.A.

2012 | Skripsi | S1 Management

Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan solusi terbaik atas permasalahan distribusi logistik bantuan kemanusian yang dilakukan oleh Palang Merah Indonesia Kabupaten Sleman pada saat tanggap darurat bencana Merapi tahun 2010. Solusi yang optimal adalah solusi yang menghasilkan nilai responsifitas tercepat dihitung berdasarkan waktu satuan jam. Hasil optimal didapatkan dengan cara menerapkan suatu desain jaringan distribusi yang sesuai dengan kapasitas PMI Kab Sleman dan juga sesuai dengan konteks kebencanaannya yaitu erupsi Gunung Merapi.

Untuk mendapatkan hasil penelitian terbaik, penelitian ini berusaha mendapatkan data-data yang relevan dan valid sebanyak mungkin seperti lokasi titik-titik distribusi, lokasi pusat distribusi, lokasi gudang, jumlah permintaan pada setiap titik distribusi, jumlah alokasi bantuan kesetiap titik distribusi, informasi peta kawasan rawan bencana, dokumen perencanaan mitigasi bencana dari PMI, PemKab Sleman maupun dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Data-data yang bersifat sekunder tersebut kemudian dianalisis secara mendalam dengan mendiskusikannya kepada key-persons PMI Kab Sleman. Penelitian ini berhasil mendapatkan jumlah fasilitas distribusi sementara yang dinilai optimal, memetakan lokasi pusat distribusi sementara tersebut, dan menemukan jumlah kapasitas dan alokasi yang optimal kesetiap fasilitas sementara dan titik distribusi.

This resesarch aim to find the best alternative solution for humanitarian logistic distribution problem faced by PMI Kabupaten Sleman on emergency response for Mt. Merapi eruption 2010. The best solution, also called optimal solution, is measured by the response time to distribute relief materials in hour metric. The optimal solution reached by designing network distribution system which fit with PMI Kab Sleman capacities and the nature of Mt. Merapi eruption disaster.

In order to get the best and valid result, this research is using multiple sources of relevance data. The data such location of demand points, location of distribution center, location of warehouses, type of demand in each demand points, demand quantity in each demand points, material allocation each demand point, map of Merapi severity zone, planning document of mitigation from PMI, Pemkab Sleman, and Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Secondary data analyzed in quantitave and qualitative approach and then the result discussed in depth interview with key person in PMI Kab Sleman. This research successfully show the best alternative solution for humanitarian relief distribution problem. The result is described on number of open facility (Humanitarian Aid Distribution Center), locations of the HADC, and the quantity allocation of each demand points and open facilities.

Kata Kunci : lokasi, fasilitas distribusi sementara (HADC), responsifitas, biaya, waktu, alokasi, PMI Kab Sleman, locations, facility (HADC), responsiveness, cost, time, allocation, PMI Kab Sleman


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.