Laporkan Masalah

"Persepsi Pejabat Struktural dan Staf Terhadap Efektifitas Pelaksanaan Pengawasan Melekat Sebagai Bagian Sistem Pengendalian Intern di Pemerintahan Daerah Se propinsi Kalimantan Barat

Jaurino (Pembimbing): Drs. Harnanto, M. Soc.Sc.,

2016 | Tesis | S2 Accounting

Penelitian ini bertujuan untuk menguji perbedaan persepsi antara pejabat struktural dan staf, perbedaan persepsi antara pejabat struktural yang masa jabatannya di bawah sama dengan tiga tahun dan di atas tiga tahun, perbedaan persepsi antara keempat kelompok pejabat struktural yaitu Asisten Sekretaris Daerah, Kepala Badan, Kepala Dinas dan Kepala Kantor, terhadap efektifitas pelaksanaan pengawasan melekat sebagai pengendalian intern di Pemerintahan. Pengawasan melekat yang digulirkan melalui lnstruksi Presiden nomor 15 tahun 1983 tentang pedoman pengawasan dan nomor 1 tahun 1989 tentang pedoman pelaksanaan pengawasan melekat mempunyai tujuan yaitu terciptanya kondisi yang mendukung kelancaran dan ketepatan pelaksanaan tugas-tugas umum pemerintahan dan pembangunan, kebijaksanaan, rencana dan peraturan perundang-undangan yang berlaku, yang dilakukan oleh atasan langsung. Penelitian ini juga mengungkapkan pandangan responden terhadap relevansi pengawasan melekat sebagai pengendalian intern di era pemerintahan otonomi dimasa datang. Penelitian dilakukan hanya di Pemerintahan Se Provinsi Kalimantan Barat. Analisis didasarkan pada 256 responden penelitian yang dikumpulkan melalui kuesioner. Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak terdapat perbedaan persepsi yang signifikan antara pejabat struktural dan staf terhadap efektifitas pelaksanaan pengawasan melekat. Sedangkan hasil lainnya menunjukan terdapat perbedaan persepsi yang signifikan antara pejabat struktural yang masa jabatannya di bawah sama dengan tiga tahun dengan yang masa jabatanya di atas tiga tahun terhadap efektifitas pelaksanaan pengawasan melekat. Pejabat yang masa jabatannya di bawah sama dengan tiga tahun mempunyai kecendrungan persepsi yang lebih baik. Begitu juga untuk keempat kelompok pejabat struktural terdapat perbedaan persepsi yang signifikan antara Asisten Sekretaris Daerah, Kepala Badan, Kepala Dinas dan Kepala Kantor terhadap efektifitas pelaksanaan pengawasan melekat. Kepala Kantor cendrung mempunyai persepsi yang paling baik dibandingkan lainnya.

Untuk penelitian mengenai pandangan responden terhadap masih relevan atau tidak relevannya pengawasan melekat untuk tetap dapat diterapkan diera pemerintahan otonomi, hasil menunjukan bahwa 95,70 % responden memberikan jawaban, pengawasan melekat masih dipandang relevan untuk tetap dapat diterapkan dan hanya 4,30 % yang memberikan jawaban tidak relevan.

This study was aimed to test the different perception between the structural executives and staff, the difference perception between structural executives, whose their positions are under and the same with three years and above it, the perception difference between the four group of structural executives, i.e., District Secretary Assistance, Department Chief, Official Chief, and Office Chief on the implementation of attached monitoring as the internal control in the Government. The attached monitoring applied through the President Instruction number 15 in the year of 1983 on the guidance of monitor and number 1 in the year of 1989 on the guidance of attached monitoring implementation have goals to the creation of condition supporting the smoothness and the act of the implementation of general governmental tasks and development, policy, plan and applied regulation rule, carried by direct superior. This study was also uncovering respondent view about the attached monitoring relevance as the internal control in the autonomous governmental era in the future. This study was carried out only in Provinces existing in West Kalimantan governments. The analysis is based on the 256 research respondents collected through questionnaires. The result of the research showed that there was a significant difference perception between the structural executive and staff on the effectiveness of the implementation of attached monitoring. While, other results showed that there was a significant perception difference between the structural executive, whose their positions was under or equal with three years, had a tendency to have better perception. Similarly, between the District Secretary Assistance, DepartmentChief, Official Chief and Office Chief on the effectiveness of the implementation of attached monitoring. The Office Chief tended to have the best perception compared with the others. For the research on the respondents' view on the relevance of attached

monitoring for the continuity of the implementation in the autonomous governmental era, the result showed that 95.70% respondents gave answer that the attached monitoring still viewed relevant to be continuously applied and only 4.30% gave answer irrelevant.

Key Words: The effectiveness Attached Monitoring, Perception, Structural Executive, Staff

Kata Kunci : Persepsi Pejabat Struktural dan Staf Terhadap Efektifitas Pelaksanaan Pengawasan Melekat Sebagai Bagian Sistem Pengendalian Intern di Pemerintahan Daerah Se propinsi Kalimantan Barat


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.