Laporkan Masalah

Hubungan antara konsentrasi struktur kepemilikan dan manajemen laba di Indonesia

Jatiningrum, Citrawati (Adv.: Dr. Slamet Sugiri, MBA), Dr. Slamet Sugiri, MBA

2013 | Tesis | S2 Accounting

Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji dan memberikan bukti empiris mengenai perbedaan praktik manajemen laba antara perusahaan ymg memiliki kepemilikan mayoritas dengan perusahaan yang tidak memiliki kepemiikan mayoritas di Indonesia. Penelitian ini mengajukan hipotesis bahwa terdapat perbedaan praktik manajemen laba antara perusahaan yang memiliki kepemilikan mayoritas dengan perusahaan yang memiliki kepemilikan non mayoritas. Dalam penelitian ini manajemen laba diproksikan dengan discretionary accruals dan struktur kepemilikan diklasifiksikan menjadi 2 tipe perusahaan: 1) perusahaan yang memiliki kepemilikan saham mayoritas (>51%) dan 2) perusahaan yang memiliki kepemilikan saham non mayoritas (<51 %)

Sampel penelitian berjumlah 62 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta, terdiri dari 46 perusahaan yang memiliki kepemilikan mayoritas dan 16 perusahaan yang memiliki kepemilikan non mayoritas I sdama periode 1999-2003. Pengujian hipotesis pada penelitian ini menggunakan uji beda t-test.

Hasil pengujian menunjukkan bahwa bukti empiris mendukung hipotesis yang diajukan. Bukti tambahan dari pengujian discretionary accruals positif menunjukkan bahwa perusahaan yang memiliki kepemilikan mayoritas sebagian besar (56,52%) melakukan manajemen laba dalam bentuk penurunan laba, sedangkan pengujian discretionary accruals negatif menunjukkan bahwa perusahaan yang memiliki kepemilikan non mayoritas lebih cenderung melakukan manajemen laba dalam bentuk penurunan laba.

This research aimed to test and give empirical evidence on difference of earnings management practices between companies having majority ownership and company having no majority ownership in Indonesia. This study proposed hypothesis that there are different earnings management practices between company having majority ownership and companies having non-majority ownership. This study used discretionary accruals as proxy of earnings management and companies were classified based on ownership structure to be two types: 1) companies having majority ownership (>51 %) and 2) company having non-majority ownership (<51 %).

Research sample is 62 manufacture companies listed in Jakarta Stock Exchange, consisting of 46 companies having majority ownership and 16 companies having non-majority ownership for period 1999-2003. The hypothesis is tested using t-test.

Result of the test indicated that empirical evidence support the hypothesis proposed. Additional evidence of positive discretionary accruals testing indicated that most company having majority ownership (56.52%) run earnings management in form of income increasing, while negative discretionary test indicated that company having no majority ownership tend to run earnings management in form of income decreasing.

Kata Kunci : ownership structure, agency conflict, earnings management, struktur kepemilikan, konflik keagenan, manajemen laba.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.