Pengaruh Faktor Organisasional Dan Teknologi Informasi Terhadap Kemampuan Berbagi Pengetahuan Dengan Jenis Pengetahuan Sebagai Variabel Pemoderasi Pada Organisasi Pemerintahan Di Indonesia
JANNA, LELY NOOR (Adv.: Sony Warsono, Dr., MAFIS), Sony Warsono, Dr., MAFIS
Dalam era globalisasi seperti sekarang ini, organisasi dituntut agar dapat terus beri-novasi dan menciptakan kapabilitas agar dapat meningkatkan kinerja. Adanya peningkatan kinerja ini tidak hanya penting bagi organisasi sektor swasta saja, tetapi juga bagi organisasi sektor publik. Reformasi birokrasi yang digalakkan di organisasi pemerintahan di Indonesia, membawa organisasi pemerintahan kedalam era transformasi kelembagaan yang merupakan suatu tantangan terbesar yang harus dihadapi. Berbagi pengetahuan menjadi isu penting dalam suatu organisasi dalam mewujudkan best practice.
Penelitian ini mengembangkan penelitian yang dilakukan oleh Kim dan Lee (2006) yang melakukan penelitian mengenai faktor organisasional dan tek-nologi informasi yang mempengaruhi kemampuan berbagi pengetahuan pada orga-nisasi sektor publik dan swasta yang berada di Korea Selatan. Penelitian ini mem-bangun suatu kerangka konseptual yang lebih komprehensif dengan memasukkkan faktor budaya organisasi, faktor struktur organisasi dan teknologi informasi serta jenis pengetahuan yang dibagikan sebagai variabel yang memoderasi pengaruh penggunaan teknologi informasi dan jaringan sosial terhadap kemampuan berbagi pengetahuan
Dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi moderasian untuk menguji hipotesis. Hasil Pengujian hipotesis menunjukkan kepemimpinan dan persepsi kemudahan penggunaan aplikasi TI berpengaruh positif signifikan terhadap kemampuan berbagi pengetahuan, dan integrasi berpengaruh negative signifikan terhadap kemampuan berbagi pengetahuan, sedangkan variabel kepercayaan, jaringan sosial, kompleksitas, reward, penggunaan TI serta jenis pengetahuan sebagai variabel pemoderasi terbukti tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kemampuan berbagi pengetahuan.
Dari hasil pengujian hipotesis, tampaknya masih terdapat keengganan dalam berbagi pengetahuan. Pengetahuan dianggap suatu aset personal yang dapat memberikan keuntungan bagi pemiliknya. Disamping hal tersebut dibutuhkan adanya aplikasi knowledge management yang dapat memudahkan para pegawai untuk berbagi pengetahuan.
In todays globalization era, organizations are required to be able to continue to innovate and create the capability in order to improve performance. An increase in performance is not only important for the private sector organizations, but also for public sector organizations. Bureaucratic reforms advocated in government organizations in Indonesia, bringing the organization into an era of institutional transformation rule which is the biggest challenge to be faced. Sharing knowledge is an important issue in an organization in achieving best practice.
This study developed from a research conducted by Kim and Lee (2006) who conduct research on information technology and organizational factors that influence knowledge sharing capabilities in the public and private sector organizations in South Korea. This study builds a conceptual framework that is more comprehensive with a factor the organizational culture, organizational structure factors and information technology as well as the type of knowledge that is distributed as a variable that moderates the effect of the use of information technology and social networks on the knowledge sharing capability.
This study uses moderated regression analysis to test the hypothesis. Hypothesis testing results show leadership and perceived ease of use of IT applications are significant positive influence on knowledge sharing capability, and the integration of a significant negative effect on the knowledge sharing capability, whereas the variable of trust, social networks, complexity, reward, use of IT as well as the type of knowledge as a moderating variable proved to be have no significant influence on the knowledge sharing capability.
From the hypothesis testing result, it seems there is still a reluctance in sharing knowledge. Knowledge is considered as personal asset that can provide benefits to its owner. Besides, it is necessary to have knowledge management applications that can make it easier for employees to share knowledge.
Kata Kunci : organizational factors, information technology, the ability to share knowledge, personal assets, Faktor organisasional, teknologi informasi, kemampuan berbagi pengetahuan, aset personal.