KLASIFIKASI AKUNTANSI DAN KEMAMPUAN PERAMALAN LABA
Jaka Isgiyarta (adv. Dr. Zaki Baridwan, M.Sc), Dr. Zaki Baridwan, M.Sc
Tujuan penggunaan laporan keuangan telah mengalami pergeseran, yaitu dari perspektif historis ke perspektif
informasi. Dalam perspektif historis penggunaan laporan
keuangan lebih menekankan pada aspek pertanggungjawaban
(stewardship) manajemen pada pemilik modal. Sedangkan dalam perspektif informasi penggunaan laporan keuangan lebih menekankan pada (1) pemberian fasilitas pembuatan keputusan, dan (2) memberikan fasilitas kontrak kerja antara manajemen dengan pihak-pihak lain, misalnya dengan investor, kreditor, pemerintah, dan lain-lain.
Para pengguna laporan keuangan memerlukan disagregasi laba bersih ke dalam komponen-komponen yang lebih rinci. Meskipun banyak pengguna beranggapan bahwa dengan adanya disagregasi akan memberikan manfaat dalam menilai laba perusahaan di masa mendatang, tetapi kenyataannya sampai sekarang belum banyak bukti empiris yang menyatakan bahwa dengan adanya klasifikasi akuntansi akan memberikan perbaikan peramalan laba pada tahun mendatang.
Purposes of financial reporting have changed from historical perspective to information perspective. In historical perspective, the purpose of financial statement is mainly focused on management stewardship to stockholders. Meanwhile in information perspective, financial statement is used to provide information for the purposes of decision making and for establishing contract between management and interested parties, such as, investor, creditor, goverment, and the like.
The users of financial statement need disagregated net income. Although a number of financial statement users believe that the disagregation of income could be benefecial in evaluating profitability of a company in the future, the fact shows that currently, empirical research which shows that accounting classification will lead to the improvement of ability to predict future income not been done.
Kata Kunci : klasifikasi akuntansi, peramalan laba