POTENSI OBYEK DAN SUBYEK PAJAK BUMI DAN BANGUNAN SEKTOR PERDESAAN DAN SEKTOR PERKOTAAN TINGKAT KECAMATAN DI KABUPATEN BATANG TAHUN 1995-1999
Isnanto, Mukh (Adv.DR. Mudrajat Kuncoro), DR. Mudrajat Kuncoro
Rendahnya Pendapatan Asli daerah Sendiri (PADS) disebabkan
karena jenis-jenis pendapatan yang dikelola oleh daerah kabupaten potensinya kecil dan lambat perkembangannya. Untuk jenis-jenis sumber pendapatan yang potensinya besar dan cepat berkembang ditangani /dikelola oleh pemerintah pusat seperti, pajak bumi dan bangunan, pajak penghasilan
dan pajak pertambahan nilai. Berdasarkan Undang-Undang nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan daerah pasal 80, bahwa Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) merupakan sumber penerimaan daerah. dan hasil penrimaan Pajak bumi dan bangunan sektor Perdesaan dan perkotaan diserahkan langsung oleh daerah, Oleh karena itu pemerintah daerah mulai sekarang harus dapat mengidentifikasikan potensi obyek dan subyek Pajak Bumi dan Bangunan untuk meningkatkan penerimaanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi obyek dan subyek Pajak Bumi dan bangunan sektor Perdesaan dan perkotaan tingkat
kecamatan di Kabupaten Batang. Alat analisis yang digunakan adalah analisis pertumbuhan Wajib Pajak, Kontribusi, Sistem Informasi Geografi dan Model logit, Dalam analisis logit menggunakan data runtun waktu periode
1995 - 1999 dan silang tingkat satu tahun untuk 12 kecamatan dengan variabel independen PDRB, luas tanah, jumlah penduduk dan kepadatan penduduk. Hasil penelitian ini menunjukkan tingkat petumbuhan wajib pajak
tingkal kecamatan di Kabupaten Batang selama empat tahun terakhir rataratanya dibawah 5%, kontribusi rata-rata selama lima tahun tertinggi sebesar 19,27% dan terendah 4,30%, potensi obyek dan subyek Pajak Bumi dan Bangunan sektor perdesaan dan perkotaan cukup tinggi. Namun kalau
dilihat dari potensi PDRB masih rendah. Analisis logit yang membedakan pajak bumi dan bangunan sektor perdesaan dan perkotaan dapat dijelaskan dengan variabel PDRB dan luas tanah sedangkan_ variabel jumlah bangunan dan kepadatan penduduk tidak berpengaruh secara signifikan
Local owned revenue is low because the types of revenue
managed by the district area have low potency and slow development. By contrast, the high tax revenue and fast developing source of income are handled and managed by the central government such as land and building tax, income tax and value-adding tax. Based on the Law No. 22/1999 about Local Government in particular article 80th, it is said that land and building tax (PBB) is a local source of income and the yield of land and building tax in rural and urban sector is given directly to local government. Accordingly, the local governments now have to be able to
identify the potency of both their object and subject of Land and Building tax to increase their revenue.
The purpose of this research is to identify the potency of object and subject of Land and Building Tax in rural and urban sector in the subdistrict(kecamatan level) of Batang district. The tools of analysis used here are the growth analysis of tax holder, contribution, Geographic
Information System and Logit Analysis. In logit model, the data used are the time-series data in the period of 1995-1999 and annual cross-sectional data for 12 sub-district. The independent variables are GRDP, the size of land, number of building and inhabitant density.
The result of the research shows that the tax holder's growth of subregency in Batang regency over the last four years is less than 5% in average, the greatest average contribution for five years is 19.27% and the lowest is 4.30%, the potency of subject and object of land and building tax in rural and urban sector has been still low. The difference between land and building tax in rural and urban sector can be explained using variable GRDP and size of land, while variable of number of building and
inhabitant density has no significant effect
Kata Kunci : obyek, subyek, pajak bumi dan bangunan, perdesaan, sektor perkotaan, kecamatan, kabupaten Batang, tahun 1995-1999