The Adoption of Green Lifestyle in Indonesia: BYOB Concept in Indonesia
ISMADIA, RIAN (Adv.: Bayu Sutikno, M.S.M., Ph.D.), Bayu Sutikno, M.S.M., Ph.D.
Penelitian kuantitatif ini menyajikan model yang mewakili hubungan evaluasi deontologis, evaluasi teleologis, dan penilaian etika dengan niat. Riset ini bertujuan untuk mempelajari kemungkinan masyarakat Indonesia untuk membawa tas belanja sendiri ketika mengunjungi sebuah supermarket (konsep yang bernama konsep Bring Your Own Bag atau konsep BYOB) studi ini menguji secara empiris dan divalidasi menggunakan data yang dikumpulkan dari 126 konsumen Indonesia berusia 17 tahun ke atas di wilayah Jabodetabek . Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan konsep BYOB sangat dipengaruhi oleh evaluasi teleologis dan evaluasi deontologis. Penilaian etika terbukti tidak ambil bagian dalam kemungkinan seseorang mengadopsi konsep ini dan evaluasi teleologis konsumen Indonesia memberikan pengaruh kuat pada niat mengadopsi konsep BYOB bila dibandingkan dengan evaluasi deontologis yang berarti orang sangat bergantung pada moralitas dan kebenaran dari konsekuensi atau hasil yang akan diberikan daripada kebaikan tindakan itu sendiri. Pada praktisnya, temuan ini dapat membantu pemerintah dalam memahami konsumen Indonesia lebih baik sehingga jika mereka ingin merumuskan peraturan mengenai hal berkaitan dengan gaya hidup hijau hasil ini dapat memberikan kontribusi. Secara akademis temuan dapat digunakan oleh siapa saja yang bekerja pada sebuah proyek yang berkaitan dengan perilaku konsumen hijau.
This quantitative study presents a model that represents the relationships of deontological evaluation, teleological evaluation, and ethical judgment with intention. Aiming to study the likelihood of Indonesian in bringing their own shopping bags when visiting a supermarket (named bring your own bags concept or BYOB concept) the study empirically tested and validated using data collected from 126 Indonesian consumers aged 17 and older in Jabodetabek area. The results show that the adoption of BYOB concept are greatly influenced by teleological evaluation and deontological evaluation. Ethical judgment proved to play no role in the likelihood of someone adopting this concept and Indonesian consumers' teleological evaluation exerts a stronger influence on the intention of adopting BYOB concept when compared to deontological evaluation which means people rely heavily on the morality and righteousness of the possible outcome rather than the goodness of the action itself. Practically, the findings can help the government in understanding Indonesian consumer better so if they want to formulate a regulation regarding this matter it may give contributions. Academically the findings can be used by anyone working on a project related to green consumer behaviour.
Kata Kunci : Indonesia, ethical concepts, green consumer behaviour, Teleological evaluation, deontological evaluation, ethical judgment, intention