ANALISIS STRATEGIK JASA PEMELIHARAAN KILANG DIREKTORAT PENGOLAHAN PT. PERTAMINA: INSOURCING DIBANDINGKAN OUTSOURCING: Studi pada Jasa Pemeliharaan Kilang
Ishanda, Benny, Ainun Na'im, Dr., M.B.A.
2008 | Tesis | S2 Magister ManagementDalam menjalankan roda bisnis perusahaan dan mengadaptasi perubahan internal dan eksternal perusahaan, Pertamina pernah menjalankan strategi outsource dan insource untuk bisnis Jasa Pemeliharaan Kilang. Strategi outsource dilakukan dengan harapan akan didapat suatu keuntungan bagi perusahaan antara lain adanya peningkatan efisiensi biaya pemeliharaan, pemotongan jalur birokrasi dan pengalihan pengetahuan untuk peningkatan produktifitas SDM. Setelah pelaksanaan strategi outsource berjalan selama 3 tahun, Pertamina mengembalikan bisnis Jasa Pemeliharaan Kilang menjadi insource dengan beberapa pertimbangan antara lain karena masalah financial dan kompetensi dari perusahaan pemberi jasa. Kegagalan dan keberhasilan penerapan strategi outsourcing dengan beberapa parameter yang telah diamati dapat memberikan gambaran secara lebih seimbang untuk dijadikan bahan evaluasi selanjutnya. Penjabaran permasalahan melalui pendekatan analisis dilakukan dengan mengkaji data-data profil perusahaan, Visi, Misi, Strategi, data kinerja perusahaan, data lingkungan eksternal dan internal. Sedangkan indikator keberhasilan penerapan strategi outsource dapat dilihat dari beberapa parameter antara lain : efisiensi organisasi, maintenance cost, dan debirokratisasi. Parameter yang dapat dibandingkan dalam penerapan strategi outsource dan insource untuk mempertimbangkan langkah strategi selanjutnya dapat disimpulkan dari analisa besarnya maintenance cost dan produktivitas yang diperoleh. Kata kunci: outsourcing, insourcing, jasa pemeliharaan kilang, produktifitas.
Dealing with the activity of company business and to adapt with the changes internaly or externaly, Pertamina has been implemented the insource and outsource strategy for maintenance services in refinery directorate. The objective of outsource strategy was, the company would be get the advantage such as: improvement maintenance of cost eficiency, beurocracy simplification, and transfer knowledge in improving the productivity of human resources. After the implementation of outsource strategy has been run for 3 years, Pertamina put it back the maintenance service business to be an insources with several considerations, the ultimate is financial crisis and the competency of the maintenance service provider. The success and failure implementation of outsourcing strategy with some parameters that has been observed, gave the balance view as a consideration for the next evaluation. The problems description was done using analysis approach which study and analyse the company profile data, vision, mision, and data of company performance, also internal and external environment data. The key success indicator of the outsources implementation was shown in parameter such as eficiency, organization, cost maintenance and debirocratisation. The Parameter which could be compare in implementation of outsource and insource strategy to be a consideration for the next strategy can conclude from the analysis of refinery maintenance cost and rate of productivity.
Key words: outsourcing, insourcing, refinery maintenance service, productivity
Kata Kunci : outsourcing, insourcing, jasa pemeliharaan kilang, produktifitas