Laporkan Masalah

Analisis Pengaruh Persepsi Karyawan Terhadap Manajemen Karir Perusahaan Pada Kepuasan Kerja

Indriyani (Pembimbing): Drs. Gugup Kismono, MBA., Drs. Gugup Kismono, MBA.

2015 | Skripsi | S1 Extention - Management

ABSTRAK

Pengelolaan kepuasan sumberdaya manusia seringkali mendapatkan porsi perhatian yang lebih sedikit dibandingkan pengelolaan kepuasan konsumen. Pada perkembangannya pola tersebut mulai berubah. Banyak perusahaan yang mulai menyadari bahwa sumberdaya manusia perlu mendapatkan perhatian lebih, terutama pada perusahaan jasa yang kontak langsung antara karyawan dengan konsumennya tinggi. Hal itu disebabkan karyawan yang merasa tidak puas tidak akan mungkin dapat memuaskan konsumen yang dilayaninya. Berbagai hal dapat mempengaruhi kepuasan kerja karyawan. Penerimaan karyawan terhadap karir yang dimilikinya diduga merupakan salah satu aspek yang mempengaruhi kepuasan kerja karyawan. Penerimaan tiap orang terhadap sesuatu bisa sangat berbeda, dan hal ini sangat tergantung pada persepsi masing-masing. Terdapat tiga masalah pokok yang dibahas dalam skripsi ini, yaitu:

1. Seberapa besar pengaruh persepsi karyawan tentang manajemen karir perusahaan pada kepuasan kerja.

2. Adakah perbedaan tingkat kepuasan kerja karyawan berdasarkan masa kerja dan tingkat pendidikan.

3. Adakah perbedaan persepsi karyawan tentang manajemen karir perusahaan

berdasarkan masa kerja dan tingkat pendidikan. Pemilihan sampel menggunakan metode random stratifikasi (stratified random sampling), yaitu populasi dikelompokkan menurut pendidikan dan masa kerja, kemudian diambil secara acak. Sampel sebanyak 67 karyawan yang dikelompokkan sebagai berikut:

Berdasarkan masa kerja, 22 karyawan yang memiliki masa kerja kurang dari 15 tahun dan 45 karyawan yang memiliki masa kerja lebih besar sama dengan 15 tahun. Berdasarkan tingkat pendidikan, 20 karyawan berpendidikan SLTP, 31 karyawan berpendidikan SLTA, dan 16 karyawan berpendidikan Perguruan Tinggi. Analisis data menggunakan regresi linear untuk mengetahui pengaruh persepsi karyawan terhadap manajemen karir perusahaan pada kepuasan kerja, dan anova (analysis of variance) untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan yang signifikan pada kepuasan kerja dan persepsi karyawan tentang manajemen karir berdasarkan masa kerja dan tingkat pendidikan. Pengumpulan data primer dilakukan dengan penyebaran kuesioner di Kantor PT. Kereta Api Daerah Operasi VI Yogyakarta dan di Stasiun Besar Yogyakarta. Sebelum kuesioner disebarkan secara luas, terlebih dahulu diadakan uji validitas dan reliabilitas kepada 30 responden. Hasilnya menunjukkan 20 butir pernyataan pada kuesioner kepuasan kerja valid dan 31 butir pernyataan pada kuesioner persepsi karyawan tentang manajemen karir valid. Kuesioner tersebut kemudian diuji keandalannya menggunakan Cronbach's Alpha Scale. Hasilnya butir kuesioner dinyatakan andal dengan koefisien alpha untuk kuesioner kepuasan kerja = 0,947 dan untuk kuesioner persepsi karyawan tentang manajemen karir 0,973. Hasil pengolahan dan analisis data adalah sebagai berikut:

1. Persepsi karyawan terhadap manajemen karir perusahaan memiliki pengaruh yang signifikan pada kepuasan kerja. Persepsi karyawan terhadap manajemen karir mampu menjelaskan 74,2% variasi yang terjadi pada kepuasan kerja karyawan (R2 = 0,742). Persamaan yang didapatkan dari regresi antara rata — rata persepsi karyawan tentang manajemen karir (Ratapers) dengan rata — rata kepuasan kerja (RataMSQ) adalah sebagai berikut: RataMSQ = 0,753046 + 0,859895 Ratapers. Persepsi karyawan tentang manajemen karir berkorelasi secara signifikan dengan kepuasan kerja, yaitu dengan koefisien korelasi 0,861 dan nilai t-statistik = 103,7379. 2. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan dalam kepuasan kerja karyawan, antara

karyawan dengan masa kerja kurang dari 15 tahun dengan karyawan yang memiliki masa kerja lebih besar sama dengan 15 tahun (pada derajat kepercayaan 95%). Hal ini dibuktikan pada uji F, yaitu F hitung (2,7414) < F tabel (4,00) yang artinya Ho diterima sehingga tidak ada perbedaan yang signifikan pada kepuasan kerja karyawan berdasarkan masa kerja.

3. Terdapat perbedaan yang signifikan dalam kepuasan kerja karyawan, antara karyawan dengan tingkat pendidikan SLTP, SLTA, Perguruan Tinggi (pada derajat kepercayaan 95%). Perbedaan yang signifikan terjadi antara karyawan dengan tingkat pendidikan SLTP dan SLTA, SLTA dan Perguruan Tinggi, Perguruan Tinggi dan SLTP. Hal ini dibuktikan pada uji F, yaitu F hitung (25,7800) > F tabel (3,15) yang artinya Ho ditolak, Ha diterima sehingga terdapat perbedaan yang signifikan pada kepuasan kerja

karyawan berdasarkan tingkat pendidikan.

4. Terdapat perbedaan yang signifikan dalam persepsi karyawan terhadap manajemen karir, antara karyawan dengan masa kerja kurang dari 15 tahun dengan karyawan yang memiliki masa kerja lebih besar sama dengan 15 tahun (pada derajat kepercayaan 950/0). Hal ini dibuktikan pada uji F, yaitu F hitung (4,1244) > F table (4,00) yang artinya Ho ditolak, Ha diterima sehingga terdapat perbedaan yang signifikan pada persepsi karyawan terhadap manajemen karir berdasarkan masa kerja.

5. Terdapat perbedaan yang signifikan dalam persepsi karyawan terhadap manajemen karir, antara karyawan dengan tingkat pendidikan SLTP, SLTA, Perguruan Tinggi (pada derajat kepercayaan 95%). Perbedaan yang signifikan terjadi antara karyawan dengan tingkat pendidikan SLTP dan SLTA, SLTA dan Perguruan Tinggi, Perguruan Tinggi dan SLTP. Hal ini dibuktikan pada uji F, yaitu F hitung (31,6750) > F

tabel (3,15) yang artinya Ho ditolak, Ha diterima sehingga terdapat perbedaan yang signifikan pada persepsi karyawan terhadap manajemen karir berdasarkan tingkat pendidikan

Kata Kunci : Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia, Kepuasan Kerja, Manajemen Karir


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.