ANALISIS POTENSI PERBEDAAN DALAM JUDGEMENT EVALUASI KINERJA MANAJER AUDIT BERDASARKAN GENDER
INDRIASTUTI DWI (Pembimbing : DR. SUPRIYADI, M.SC.), DR. SUPRIYADI, M.SC.
Perjalanan karir perempuan di dalam profesi akuntansi publik merefleksikan suatu perjuangan yang berat untuk menghadapi kendala-kendala berupa keharusan memikul beban ganda, tekanan kerja bahkan juga pembedaan gender. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penilaian supervisor terhadap subordinat didalam penugasan audit serta dukungan supervisor kepada subordinatdipengaruhi oleh jenis kelamin subordinat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel gender tidak signifikan, yang berarti bahwa penilaian kinerja dan dukungan supervisor audit
kepada subordinat tidak terpengaruh oleh jenis kelamin subordinat. Dari hasil penelitian ini juga dapat diketahui bahwa interaksi antara variabel gender dan TF A adalah signifikan yang berarti bahwa supervisor yang digolongkan kedalam kelompok toleransi ambiguitas rendah cenderung menilai kinerja dan memberi dukungan yang lebih rendah untuk subordinat perempuan jika dibandingkan dengan subordinat laki-laki, namun subordinat yang bertoleransi ambiguitas tinggi meuunjukkan kecenderungan yang sebaliknya, yaitu lebih memberikan dukungan kepada pcrernpuan serta menilai kinerja perernpuan lebih tinggi clari kinerja laki-Iaki. Berdasarkan hasil tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa gender berperan sebagai variabel moderating dalam penilaian kinerja dan dukungan supervisor kepada subordinatnya.
The history of woman in accounting reflects a long struggle to overcome the barriers of rigid social structures, discrimination, misconception and stereotyping. Female accountants may be subject to negative workplace biases as a consequence of public accounting being a male-stereotyped profession. The purpose of this study is to explore whether audit supervisors' evaluations of subordinate performance and / or supervisors' support for subordinates' future job assignments systematicaly vary with subordinate gender. Seventy-two audit manajers were provided with a description of a substandard performace by either a male or female senior on an audit engagement. This study find out that senior gender was not significant as a main effect. However, managers classified as intolerant of ambiguity rated the female senior's engagement performance lower than the male senior's performance. Managers classified as intolerant of ambiguity also were
less likely to support the female senior for future job assignments. Conversely Managers classified as tolerant of ambiguity gave higher ratings to the female senior's engagement performance and exhibited greater career support for the female senior. These result suggest that tolerance for ambiguity plays an important moderating role in audit managers' consideration of senior gender in performance evaluation judgements.
Kata Kunci : Audit Kinerja, Manajemen SDM, Analisis Gender