Laporkan Masalah

Integrasi Pasar Modal Indonesia dengan Pasar Modal Internasional

INDRIASARI, DWI (Pembimbing: Suad Husnan, Dr., M.B.A.), Suad Husnan, Dr., M.B.A.

2011 | Tesis | S2 Management

Penelitian ini bertujuan untuk menguji tingkat integrasi pasar modal Indonesia dengan pasar modal internasional yang meliputi bursa regional ASEAN (Malaysia, Singapura, Thailand, dan Filipina) dan bursa global yang diwakili oleh pasar modal Amerika dan Jepang dari waktu ke waktu. Percepatan globalisasi telah mendorong berbagai aktivitas dibelahan dunia menjadi semakin terkait tidak terkecuali pasar modal Indonesia. Dengan semakin terintegrasinya pasar modal yang satu dengan lainnya semakin mempertanyakan manfaat diversifikasi internasional.

Data indeks harian untuk masing-masing negara digunakan dari tahun 2000-2009 yang dibagi kedalam 2 periode untuk melihat perbedaan integrasi yang terjadi dengan menggunakan uji kointegrasi Johansen (multivariat) dan Granger Causality (bivariat). Uji manfaat diversifikasi dilakukan dengan menghitung reward to variability ratio sebagai proksi manfaat diversifikasi internasional.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pasar modal Indonesia dengan pasar modal internasional semakin tidak berintegrasi jika dipandang dalam kerangka multivariat. Sedangkan uji Granger Causality menunjukkan perubahan integrasi yg semakin erat pada periode 2. Inkonsistensi hasil sangat mungkin terjadi sebab dimensi pengujian yang berbeda. Uji manfaat diversifikasi yang dilakukan menunjukkan bahwa hipotesis kointegrasi dikonfirmasi sehingga manfaat diversifikasi pada periode 2 lebih baik dibandingkan periode 1 (mendukung uji kointegrasi Johansen) meskipun manfaat diversifikasi internasional yang diperoleh dari pengurangan risiko semakin kecil pada periode 2.

The aim of this study is to empirically examine market integration among Indonesian stock market and other international stock markets consisting of ASEAN regional markets (Malaysia, Singapore, Thailand, and Philippine) and global markets (US and Japan stock market) from time to time. Globalization has become the major determinant to contribute to financial market integration. As cointegration hypothesis hypothesizes, the more integrated the markets, the benefit of international diversification could be more questioned.

Daily market indices for each stock market are used from year 2000-2009 which were divided into 2 periods in aim to see the difference of market integration degree from two different time using Johansen Cointegration method (multivariate) and Granger Causality Test (bivariate). The benefit of international diversification is examined using the reward to variability ratio as a proxy of international diversification benefit.

The result shows that Indonesian capital markets become less integrated with other international stock markets in multivariate view, contradicting to the result of Granger Causality test which conduct the test in bivariate way. Contradiction result is possible since the different dimension of measurement. The test for diversification benefit confirms cointegration hypothesis which shows that diversification benefit are greater in last period although the benefit of international diversification through reducing risks is become more less at the last period.

Kata Kunci : integrasi pasar modal, kointegrasi, Uji kointegrasi Johansen, Granger Causality, manfaat diversifikasi, ASEAN, Stock market integration, cointegration, Johansen Cointegration test, diversification benefit


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.