Pengaruh atribut perusahaan terhadap relevansi laba dan arus kas
Indriana, S. Novi (Adv.: Prof. Dr. Jogiyanto HM., MBA), Prof. Dr. Jogiyanto HM., MBA
Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah terdapat hubungan linier atau non linier antara return saham dan variabel akuntansi (laba dan arus kas) di Indonesia dan melihat bagaimana pengaruh atribut perusahaan (ukuran perusahaan. tingkat hutang. dan siklus hidup pemsahaan) terbadap relevansi laba dan arus kas daIam menjelaskan return saham.
Kriteria sampe1 yang digunakan adalah (1) perusahaan dalam sampel adalah perusahaan manufaktur, dan (2) perusahaan telah mempublikasikan laporan keuangan per 31 Desember 1998 sampai dengan 2003 di media massa. Sedangkan atribut pemsahaan diklasifikasikan sebagai berikut: (l) berdasarkan size, perusahaan dibagi menjadi dua yaitu perusahaan kecil dan perusahaan besar yang diukur dengan logaritma total asset (2) berdasarkan tingkat hutang. perusahaan akan dibagi menjadi perusahaan dengan leverage rendah dan perusahaan dengan leverage tinggi dan (3) berdasarkan siklus hidup perusahaan, perusahaan dikelompokkan menjadi perusahaan berkembang (growth) dan dewasa (mature). Book to market ralia yang tinggi menggambarkan perusahaan dalam keadaan distress yang menunjukkan perusahaan sedang dalam tahap berkembang (growth) sedangkan mulai hook to market ratio yang rendah menunjukkan bahwa perusahaan mempunyai perkembangan Iaba yang kuat yang berarti perusahaan berada pada tahap mature.
Hasil analisis cluster menunjukkan bahwa terdapat 167 perusahaan besar dan 408 perusahaan kecil. Berdasarbn debt level. terdapat 238 perusahaan yang memiliki leverage yang tinggi dan 324 perusahaan dengan leverage yang rendah. Sedangkan untuk analisis cluster berdasarkan life cycle menunjukkan bahwa terdapat 105 perusahaan berada pada tahap growth dan 391 perusahaan pada tahap mature.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa hubungan laba dan arus kas dengan return saham bersifat linier. Hasil pengujian linier untuk perusahaan kecil dan perusahaan besar menunjukkan bahwa variabel akuntansi yang paling relevan dalam menjelaskan return saham adalah perubahan Iaba. Sedangkan arus kas tidak memberikan tambahan informasi di luar informasi 1aba baik untuk perusahaan kecil maupun perusahaan besar.
Hasil pengujian berdasarkan tingkat hutang menunjukkan bahwa pada perusahaan dengan leverage tinggi dan perusahaan leverage rendah variabel akuntansi yang paling signifikan dalam menjelaskan return saham adalah perubahan laba, sedangkan arus kas lebib memberikan tambahan informasi di luar informasi 1aba untuk perusahaan dengan leverage tinggi daripada perbedaan dengan leverage rendah.
Hasil anaIisis regresi berdasarkan siklus hidup perusahaan menunjukkan bahwa variabel yang. paling signifikan pada perusahaan growth dan perusahaan mature adalah perubahan laba. Dan arus kas memberikan informasi tambahan yang tebih besar dibandingkan dengan yang terkandung dalam laba untuk perusahaan growth daripada perusahaan mature.
The purpose of this study is to test whether there are linear or non linear relationship between stock returns and accounting variables (earnings and cash flows) in Indonesia and how firm-specific attributes such as size, debt level and firm life-cycle influence the relative relevance of earnings and cash flows in explaining stock returns.
The sample criterions are: (1) the firms in sample are manufacturing business, and (2) the firms have published financial statement of December 31st 1998 until 2003. While the firm-specific attributes are classified based on: (1) size, firms divided into small firms and large firms measured by logarithm of total assets (2) debt level, finns divided into high leverage rums and low leverage and (3) life cycle, rums divided into growth firms and mature firms. A high "book to market ratio" is typically of firms that are relatively distressed that is indicator for growth firms and a low "book to market ratio" is typical of firms that are strong earnings growth that is indicator for matme firms.
The result of cluster analysis indicate that there are 1671arge rums and 408 small firms. Based on debt level, there are 238 high leverage firms and 324 low leverage firms. While cluster analysis based on life cycle indicate that there are 105 growth firms and 391 mature firms.
The results support a linear relationship between stock returns and accounting: variables (earnings and cash flows). They indicate also the earnings change reveals more information for small firms and large firms. With regards to cash flows, we find that they do not reveal additional information beyond that contained in earnings for small firms and also for large firms.
The results based on debt level indicate that for high leverage firms and low leverage firms, earnings change is the most relevant accounting variable in explaining stock returns, while the cash flows reveaJ a greater incremental information beyond that contained in earnings for high leverage firms than for low leverage rums.
The regression results based on firm life cycle indicate that the most relevant accounting variable for growth firms and mature firms is earnings change. And the cash flows reveal a greater incremental information beyond that contained in earnings for growth firms than for mature firms.
Kata Kunci : non linier, laba dan arus kas, ukuran perusahaan,. tingkat hutang. siklus hidup perusahaan, earnings and cash flows, firm size, debt level, firm life cycle.