January Effect dan Tax-Loss Selling Hypothesis di Bursa Efek Jakarta
Indraswari, Rieke (Adv.: Prof. Dr. Eduardus Tandelilin, M.B.A.), Prof. Dr. Eduardus Tandelilin, M.B.A.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah tax-loss selling hypothesis merupakan penyebab dari return abnormal yang terjadi pada bulan Januari atau yang disebut January effect. Periode pengamatan penelitian dimulai Januari 2003 hingga Januari 2006 dengan menggunakan variabel-variabel potential for tax-loss selling (PTS), size, risk, turnover (volume) saham dan harga referensi saham.
Pengolahan data seluruhnya menggunakan komputer dengan melakukan analisis terhadap data kuantitatif (menggunakan program SPSS versi 13.0). Data yang digunakan adalah data-data dari perusahaan-perusahaan yang terdaftar dan diperdagangkan di Bursa Efek Jakarta yang tidak melakukan pemecahan saham (stock split) dan membagikan dividen selama periode pengamatan karena dapat mengakibatkan perubahan harga saham secara signifikan. Semua data yang dikumpulkan dan dianalisis berasal dari JSX Statistik, Pusat Refensi Pasar Modal BEl Tower IT, Publikasi Bapepam, dan Pusat Data Pasar Modal PPA UGM. Data mingguan diglmakan dalam penelitian ini.
Anomali January Elfect terjadi pada tahun 2003 dan 2004. Pada tahun 2003, return bulan Januari lebih besar 2% dari return bulan-bulan lainnya dan lebm besar 1,9% untuk tahun 2004. Pengujian Tax-Loss Selling dengan menggunakan data return saham
lima hari perdagangan terakhir bulan Desemher, hanya satu variabel yang berpengaruh secara signifikan, yaitu size. Dan dengan menggunakan data return saham lima hari perdagangan Pertama bulan Jamuui, hanya dua variabel yang berpengruh secara
signifikan, yaitu risk dan size.
Sedangkan untuk pengujian Tax-Loss Selling dengan menggunakan abnormal turnover, baik untuk abnormal turnover lima hari perdagangan terakhir bulan desember maupun abnormal turnover lima hari perdagangan pertama bulan januari, tidak ada variable yang siknifikan.
Kata Kunci : January Effect, tax-loss selling, return, abnormal turnover, risk, size potential for tax-loss selling (PTS), harga saham refernsi