Analisis Perlakuan Akuntansi Aset Biologis (studi Kasus di PT Perkebunan Nusantara VII)
Wahyu Astri Kurniasari (Adv.: Prof. Dr. Indra Wijaya Kusuma, MBA), Prof. Dr. Indra Wijaya Kusuma, MBA
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian perlakuan akuntansi untuk aset biologis pada PT Perkebunan Nusantara VII dengan standar yang berlaku di Indonesia yaitu PSAK. Penelitian ini dilakukan atas dasar belum adanya standar mengenai aset biologis yang diatur secara rinci dalam PSAK. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan IAS 41 tentang Agriculture sebagai referensi tambahan. Tujuan lain dari penelitian ini yaitu membandingkan perbedaan di antara kedua standar untuk mengetahui apa dampak dari aplikasi IAS 41 terhadap PT Perkebunan Nusantara VII.
Pada penelitian ini, tolok ukur yang digunakan adalah PSAK 14 tentang Persediaan, PSAK 16 tentang Aset Tetap, PSAK 23 tentang Pendapatan dan IAS 41 tentang Agriculture. Penelitian ini berfokus pada perlakuan akuntansi dari awal siklus yaitu pembibitan tanaman sampai dengan tanaman tersebut menghasilkan produk untuk dijual.
Penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan menggunakan metode wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa perlakuan akuntansi untuk aset biologis di PT Perkebunan Nusantara VII telah sesuai dengan PSAK. Perbedaan antara PSAK dan IAS 41 tentang Agriculture yaitu berupa pengakuan, pengukuran, dan penyajian.
This study is aimed to evaluate the suitability of the accounting treatment for biological assets at PT Perkebunan Nusantara VII with the applicable standard in Indonesia, named IAS. This research was conducted on the basis of the lack of standard regarding the biological assets arranged in detail in IAS. Therefore, this study uses IAS 41 on Agriculture as the additional reference. Another goal of this study is to compare the differences between the two standards to determine what the impact of the application of IAS 41 to the PT Perkebunan Nusantara VII is.
In this study, the benchmarks used is about Inventories PSAK 14, PSAK 16 on Fixed Assets, PSAK 23 on Revenues, and IAS 41 on Agriculture. This study focuses on the accounting treatment of initial cycle of nursery plants until the plants produce products for sale.
The research is a descriptive research with a case study approach. The data was collected using interviews and documentation. Based on the results of data analysis, it can be concluded that the accounting treatment for biological assets at PT Perkebunan Nusantara VII is in accordance with PSAK.The differences between PSAK and IAS 41 on Agriculture are in the form of recognition, measurement and presentation.
Kata Kunci : accounting treatment, biological assets, IAS 41, perlakuan akuntansi.