Evaluasi Keberterimaan Penerapan e-Procurement dengan Menggunakan Technology Acceptance Model (studi Pada Pemerintah Kota Yogyakarta)
INDARWATI, RINA (Pembimbing: Gunawan Wibisono, S.E., M.Acc.), Gunawan Wibisono, S.E., M.Acc.
Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi keberterimaan penerapan e-procurement pada Pemerintah Kota Yogyakarta. E-procurement digunakan sebagai salah satu alat bantu untuk mewujudkan praktik good governance pada instansi sektor publik dan perbaikan atas sistem pengadaan barang/jasa pemerintah. Evaluasi dilakukan dengan menggunakan Technology Acceptance Model. Variabel yang diuji dalam model TAM adalah perceived usefulness, perceived ease of use, attitude toward using, personal innovativeness in IT, dan behavioral intention. Personal innovativeness in IT dalam penelitian ini digunakan sebagai variabel utama untuk memprediksi behavioral intention, sesuai dengan penelitian Rosen (2005).
Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan instrumen kuesioner terhadap Rekanan yang terdaftar dalam database elektronik LPSE. Metode sampling yang digunakan adalah convenience sampling terhadap Rekanan yang berdomisili di Kota Yogyakarta. Sebanyak 30 kuesioner terkumpul dan diuji dengan menggunakan Partial Least Square.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perceived usefulness, perceived ease of use, dan attitude toward using berpengaruh positif terhadap behavioral intention. Personal innovativeness in IT tidak terbukti berpengaruh terhadap behavioral intention.
This research aims to evaluate e-procurement implementation in Pemerintah Kota Yogyakarta. E-procurement implemented as a tools to created good governance in public sector and a betterment in government procurement system. Technology Acceptance Model used as the model of evaluation. Variables being tested using TAMs model were perceived usefulness, perceived ease of use, attitude toward using, personal innovativeness in IT, and behavioral intention. Personal innovativeness in IT placed as a main variable to predict behavioral intention, agree with Rosen (2005).
Data were collected using questioner to Rekanan that listed in LPSEÂ’s electronic database. Sampling method using convience sampling to Rekanan that were domicile in Yogyakarta city. There were 30 questioners being collected and tested using Partial Least Square.
Result of the analysis showed that perceived usefulness, perceived ease of use, and attitude toward using have a positif relation to behavioral intention. Personal innovativeness in IT did not proofed have relation to behavioral intention.
Kata Kunci : e-procurement, Pemerintah Kota Yogyakarta, Technology Acceptance Model, Personal Innovativeness in IT, Partial Least Square